Thursday, October 09, 2008

Mengulas Sejarah: G30S/PKI

9 hari yang lalu baru aja kita memperingati G30S/PKI. Eit, bukan merayakan loh yaa...kita memperingati.

Udah pernah baca buku "Mereka Menodong Bung Karno" nya Soekardjo Wilardjito? Gara-gara buku ini, saya jadi ga begitu antusias terhadap peristiwa G30S/PKI dan embel-embelnya.

Kenapa? Gini deh ya...peristiwa PKI tuh udah ada puluhan tahun. Tapi sampai sekarang keabsahan, fakta, dan mana yang benar dan mana yang salah masih tetap ngambang. Bandingin aja ya....Nabi Muhammad aja kita tau sejarah lengkapnya, Yesus Kristus, kita tahu dia pernah pake ubah apa, tinggal dimana. Belum lagi sejarah-sejarah dunia lainnya yang kalo dibandingin jauuh lebih tua dari sejarah PKI ini.

Tapi kenapa ini ga pernah dingkap? Kalopun diungkap, pasti mengandung tingkat subjektivitas yang sangat tinggi. Ada yang Soekarnois lah, Soehartois lah, dan is-is lainnya.

Katanya Indonesia negara yang bersatu, kenapa kespekatan sejarah aja yang udah bertahun-tahun lamanya masih ga bisa disepakatin menjadi satu?

Saya sebagai generasi muda, yang (katanya) akan meneruskan perjuangan para pahlawan, dari hati kecil yang paling dalam merasa bawha kaum generasi muda dibohongi.
Kenapa kami tidak diberitahukan yang sebenarnya? Kenapa isi buku paket sejarah terkadang berbeda dengan buku-buku tulisan para veteran yang dijual di toko buku. Mana yang benar?

Katanya, bangsa yang besar adalah bangsa yang mengharagi jasa para pahlawannya.
Pantas saja Indonesia belum bisa menjadi negara yang 'benar-benar' besar....generasi mudaya saja tidak menghargai jasa para pahlawannya.

Tunggu, itu bukan berarti kami sebodo amat dengan pahlawan. Sejak SD kami juga sudah tahu, kalau pahlawan mengorbankan setiap tetes darahnya untuk kemerdekaan Indonesia. Tapi, yang membuat kami semua ragu untuk menghargai adalah keabsahan.

Ini sudah zaman maju, pola pikir anak muda semakin lama akan berevolusi. Kami kini akan mempercayai sesuatu jika memang itu benar adanya, dapat dibuktikan, dan kalaupun berupa informasi, hendaknya merupakan suatu kesatuan suara.

Saya harap pemerintah mau mengorek kembali dan enyadari betapa pentingnya masalah kecil ini bagi masa depan Indonesia.

No comments:

Post a Comment

Feel free to put on your thoughts about my writings :)