Friday, July 27, 2012

Galau Masa Depan is so happening right now!

Pembimbing KP saya, kak Sugianto, alumni TK ITB 2003, suatu hari saya ajak chat FB karena saya pengen nanya ttg Hysys dan tugas khusus dari kantor. Setelah jawaban didapatkan, obrolan pun melantur kemana-mana, sampe akhirnya menyentuh topik tentang cita-cita dan tujuan hidup.

Saya ga pernah secara spesifik bermimpi untuk menggapai sesuatu. Dari kecil, hidup saya sudah diarahkan. TK disini, SD disitu, SMP disana, SMA ke situ aja, kuliah yang paling bagus disono. Semua sudah di direct oleh orang tua (Papa, dominantly).

Sekarang, saya sudah di penghujung akhir kuliah. Bener-bener gak kerasa. Udah tinggal 1 tahun lagi waktu ideal saya untuk berada di kampus tercinta. 1 tahun yang harus saya perjuangkan dengan sungguh2, karena saya ngerasa 3 tahun sebelumnya saya kuliah kayak gak niat. Semua mata kuliah lulus sih, sebagian ngepas, beberapa ada yang bagus, yang saya anggap sebagai kasih karunia, karena saya juga bingung kenapa bisa bagus.

Akhir2 ini saya jadi mulai berpikir tentang masa depan. ini dimulai ketika suatu perusahaan membuka lowongan beasiswa ikatan dinas, dan saya lulus hingga tes akhirnya. ketika disodorkan kontrak ikatan kerja u/ ditandatangani, saya berpikir ulang: inikah yang saya inginkan? saya bepikir keras, disertai dengan beberapa tetes air mata, nasihat dari kanan kiri, dan akhirnya sampai pada satu titik: saya tidak akan mengambilnya, coz my time is worth more than just millions rupiah. my two years time is more priceful than that.

Pemikiran tentang masa depan kembali berulang saat chat dengan pembimbing KP saya ini. Saya diminta untuk mempunya mimpi/tujuan yang spesifik dan detail. Misal saya kasih contoh, mimpi jadi orang kaya, kaya nya karena apa, cara bisa jadi kaya gimana, penghasilan per bulan mesti berapa, target uang berapa, kekayaannya berupa apa aja, dsb dsb.

Saya baru sadar, oh iya ya, bener juga, tujuan itu harus fokus, biar kamu paham apa yang sedang kamu kejar. Sama seperti kalo punya gebetan, kamu harus fokus dan dan paham detail tentang dia bahkan sebelum kamu mendapatkannaya (menjadi pacarmu).

Saya belum bisa berpikir tentang masa depan saya, terlalu banyak faktor X yang menjadikannya rumit. Maka saya buat goal2 pendek sebagai milestone. Kata orang, mimpi itu harus disebarin ke orang, biar kalo suatu saat kamu lupa, orang lain bisa membantu kamu mengingatkannya kembali kepadamu.

Oke, jadi ini 3 tujuan jangka pendek saya:
1. Lulus dari ITB pada bulan juli 2013, dengan IPK pesimis 3,3 dan IPK Optimis 3,52.
2. Diterima bekerja di perusahaan multinasional di bidang oil and gas (pilihan saya jatuh pada: Total, Shell, Chevron, Pertamina, dan BP Migas)
3. Pada usia 25 tahun, saya bisa membelikan mobil baru kepada orang tua saya, lengkap dengan supirnya. Mobil tsb adalah sedan toyota (optimis: crown, pesimis: camry) berwarna hitam, dengan STNK atas nama saya, tapi saya taruh di Palembang sebagai fasilitas untuk Papa Mama saya kalau bepergian kemana-mana.

Mimpi yang ke 3 menjadi fokus akhir saya. Ini dilatarbelakangi karena sejak dulu hingga sekarang, keluarga kami tidak pernah mempunyai mobil yang dibeli baru dari showroom/dealer, karena harganya pasti sangat mahal. kami selalu membeli mobil second hand. Dulu waktu kecil, saya pernah bertanya kepada papa.: "Pa, kok kita beli nya mobil dari orang? kenapa ga beli di showroom? Kan pengen punya mobil yang bodinya masih di plastikin, biar nanti aku buka-bukain bungkusnya." Papa saya cuma tersenyum dan berkata, "nanti ya, sekarang pake mobil yang ini dulu. Nanti kita tukar lagi pakai yang masih ber plastik. Nanti kamu yang buka bungkusnya."
dan itu belum pernah terjadi sampai hari ini.

Duh, air mata ini menetes lagi,

Galau masa depan is now starting.

1 comment:

  1. orang tua saya nggak punya mobil... :)
    semangat ya non :)

    ReplyDelete

Feel free to put on your thoughts about my writings :)