Disclaimer: Saya bukanlah promotor, tim sukses, orang yang dibayar, atau bahkan akrab dengan keduanya. Saya hanyalah massa ITB yang pengen mengutarakan pandangan saya tentang calon pemimpin saya di kampus kelak, di diary saya sendiri.
Halo blog ku tercinta. Halo juga semua yang (mungkin) membaca blog ku. Sekarang di ITB sedang riuh dengan Pemilihan Calon Presiden Kabinet Mahasiswa....atau yang lebih gampang disebut PEMIRA ITB. Pemira kali ini menurut saya jauuuuh lebih seru daripada PEMIRA tahun kemarin, entah kenapa. Saya sendiri lebih merasa antusias mencari tahu tentang calon-calon yang sekarang dibanding yang tahun kemarin....
Sebenarnya sudah banyak sekali tulisan tentang kedua calon. Oh ya, calonnya ada 2.
1. Yorga Permana, MRI 2009. Beliau adalah teman sekelas saya saat TPB. Orangnya cerdas, jago ngomong, anak dosen, dan mantan ketua OSIS SMAN 3 Bdg. Dari TPB (seinget saya) saya udah tau kalo doi udah punya niatan jadi presiden KM. saya saluttt bgt saat itu mengingat saya waktu TPB hanyalah bocah yang masih merasa linglung dan takjub mengapa saya bisa masuk ITB.
2. Nyoman Anjani, MS 2009. Saya ga pernah kenal nih sama Nyoman. Ketemu langsung dan ngobrol aja belum pernah. Tapi dari TPB saya udah denger namanya disebut2 oleh para kaum adam, soalnya Nyoman ini terkenal cantik banget....pas liat langsung orangnya, emang cantik sih (bahkan sebagai seorang perempuan normal saya bisa berpendapat seperti ini). Kata orang2 sih Nyoman itu pecinta alam, orangnya juga cerdas dan aktif himpunan. Kalo liat di web nya sih kayanya orangnya nyeni juga ya.
Nah cukup deh untuk pandangan subjektif saya dengan kedua calon. Saya sekarang pengen banget ceritain pandangan saya tentang proker2 mereka. Hmm karena ada istilah "ladies first", jadi saya mau kulik tentang #yukbergerak yang dibawa oleh Nyoman dulu ya. Saya bakal bahas kelebihannya di mata saya. Saya sudah cukup eneg dengan tulisan2 yang saling mencari kekurangan. Menurut saya, seorang yang cerdas haruslah lebih bisa saling mencari kelebihan daripada mencela.
Tenang, abis ini bakal ada tulisan tentang #melukisIndonesia nya Yorga juga kok hehe.
Visi: KM-ITB sebagai pelita pergerakan kaum muda untuk Indonesia
Hem, dari kalimatnya sendiri udah 'nampar'. Kenapa? Dari tulisan ini saya sadar kalo mahasiswa ITB (mungkin termasuk saya) masih banyak yang mager, males bergerak. Mager ngapain? Macem2, silakan definisikan sendiri. Kalo saya sendiri, saya pribadi mengaku kalo saya masih suka mager untuk protes ke rektorat kenapa kok susah banget mau refund uang SKS yang batal diambil pas PRS, saya mager untuk belain Bu eneng (ibu2 yang suka jualan di himpunan saya) biar ga diusir sama K3L krn jualan, mager untuk protes ke ITB kalo kantin2 ga memadai, dan mager lain-lain yang sebenarnya saya udah tau masalahnya tapi saya ga mau ikutan repot menyelesaikannya, dan malah sibuk nge-kritik di belakang bareng temen2 yang lain.
menurut saya udah OK banget tuh bikin kalimat KM-ITB sebagai pelita pergerakan. Pelita adalah penerang untuk menunjukkan jalan. Pelita itu bukan senter yang bisa bikin terang sampai jarak 100 m lebih. Pelita juga tidak identik dengan obor yang membara dan bikin batuk2 yang pegang. Pelita itu identik dengan lilin, yang mungkin cuma menerangi sampai 4 langkah ke depan. Dari diksi nya, saya melihat ke-humble-an tim Nyoman yang (keliatannya) ga mau membuat KM menjadi suatu lembaga yang superior dan sok tau tentang pergerakan, bahwa KM ITB adalah pelita, yang mungkin cuma tau 1-2 langkah lebih jauh, tapi setia menemani (ceilah...).
Misi:
(1) KM ITB Muda Harmonis
Harmonis maksudnya bareng2 seirama gitu kan yah. Kalo kata saya ini bukan hal yang baru lagi. Mungkin ini adalah lanjutan dari niat baik kak Anjar dalam jargon "Ganesha merangkai titik temu" nya. Mungkin Nyoman ingin melanjutkan kerja keras kak Anjar yang sudah berupaya untuk "mempertemukan". Kini (mungkin) Nyoman ingin semua yang sudah bertemu itu jadi bisa berjalan dengan harmonis.
Hem, bagus nih. Kalo di himpunan saya, (dan kayanya di himpunan lain juga ada) ada divisi keprofesian. Salah satu topik yang dibahas dalam divisi keprofesian himpunan saya adalah tentang biogas. Nah ternyata, himpunan di depan saya, Nymphea. juga ngebahas biogas. Nah ternyata beberapa himpunan lain juga ngebahas itu. Saya (dan banyak temen sehimpunan) kayanya baru sadar setahun kemarin deh,,,coba seandainya diskusi ini dari awal bisa melibatkan banyak spesialis ilmu, pasti hasil kajiannya lebih manteb. Nah ke-harmonis-an seperti ini memang harus diciptakan, kan bisa saling menambah ilmu dari disiplin lain...dan masalah biogas memang sepertinya harus dipecahkan oleh banyak scope pemikiran deh.
Melalui proker "KM ITB milik kita semua" (yang kayanya juga dibawa oleh presiden2 yang lalu2) tampaknya Nyoman ingin menyadarkan kalo KM itu bukan cuma punya kabinet, bukan organisasi lain, bukan himpunan ke sekian, dll. Semoga paradigma saya kalo "sebagian besar anak KM itu eksklusif banget, banyak omongnya, aksinya dikit, dan ga ngebantu banyak" bisa terhapus kalo proker ini dilaksanakan. Brilian.
(2) KM ITB Muda Dinamis
Dinamis artinya tidak statis (ya iyalah), maksudnya ya jika ada yang ingin diutarakan ya diutarakan, jangan dipendam. Jika ingin berpendapat ya monggo. Ga asik sih sebenernya waktu dulu saya pernah liat spanduk di sunken court yang terkesan "menyentil" kabinet. Agak aneh ya, padahal kan kita satu keluarga mahasiswa, kenapa sih mesti ada aksi2 kaya gitu. Kalo ga suka ya utarakan aja. Nah seandainya Nyoman maju, melalui "ekpresi kampusku", saya harap yang begini-begini ga ada lagi. KM harus bisa se-terbuka mungkin sama semua golongan. Dan golongan2 juga harus se-open minded mungkin dan se-ikhas mungkin menyampaikan pendapatnya, dengan cara yang terpelajar tentunya.
Selain itu, proker "Pagelaran Seni Budaya" (yang juga udah ada dari kepengurusan kapan tau ya hahaha) juga bisa sih mengakomodir hasrat2 orang2 penuh seni untuk berekspresi di tengah ke-teknik-an kampus ini. Isei?! (hahaha maaf saya bawa2 unsur unit saya tersayang).
(3) KM ITB Muda Berbakti
Ini nih yang fresh menurut saya. dari obrolan2 singkat saya sama supir angkot, ibu2 warung belakang, atau siapapun rakyat di sekitar ITB, sering saya dapet tanggapan kalo adanya ITB di jalan ganesha kok kayanya ga memberi dampak membangun bagi rakyat di sekitarnya.
Ada ga sih anak ITB yang sadar kalo tiap hari anak2 di bawah jembatan pasopati main2 di dekat tumpukan sampah?
Ada ga sih yang peduli kalo pengemis di sekitar ITB ga berkurang2 selama kalian kuliah disini?
Mungkin ada, tapi seliat saya ini masih gerakan organik (kecil2) dan belum terorganisir. Mungkin temen2 yang ngadain acara "gondjang gandjing" udah luar biasa keren menangkap permasalahan ini. Saya juga dulu pernah bareng Indonesian Future Leaders Bandung (IFL Bandung), bukan lewat kampus, bikin acara 17-an bareng anak2 kolong jembatan pasopati di deket Baltos. Pengmas2 himpunan juga udah banyak kan...artinya yang sadar untuk berbakti itu udah banyak...nah harus ada keselarasannya nih biar pergerakan organik ini bisa semakin baik, terencana, dan bisa mencapai gol yang lebih mantab. Banyak banget loh pembelajaran yang bisa dipetik dari pengmas, comdev, atau comserv....seriusan. Saya makin cinta negara ini setelah disadarkan kalo saya itu sebenernya bisa berperan untuk membantu kaum yang membutuhkan lewat Pengmas Himpunan saya dan lewat acara2 organisasi yang saya ikuti di luar (Garuda Youth Community Bandung dan dulu di IFL Bandung).
Dalam proker yang turun dari misi ini, "Ekspedisi Pelita Muda", tampaknya Nyoman ingin teman2 yang lain juga merasakan sensasi tersendiri ketika meng-eksplor kehidupan nyata di luar kampus, dan belajar serta memberi pembelajaran dari sana. Mungkin Nyoman ingin kita keluar dari zona aman kita, sejak sekarang, sebelum tiba saatnya kita (siapa tau) diberi amanah untuk menjadi pemimpin bangsa...atau minimal jadi pemimpin keluarga kita kelak deh. menurut saya pribadi, mahasiswa ITB mesti memberi corak bagi bangsa ini.
Ketiga misi yang sudah diturunkan dalam proker2nya menurut saya dominan merupakan gerakan horizontal yang ke'luar'. Artinya, gerakan2 yang diusung Nyoman (menurut saya) lebih ingin membuat anak2 ITB lebih sadar akan kondisi nyata dan melebur ke masyarakat untuk menolong mereka dengan kapabilitas masing-masing sekaligus belajar dari mereka, sehingga nantinya citra ITB (mudah2an) akan terlihat lebih "berguna" bagi masyarakat. Saya rindu loh ITB balik kaya dulu, pas wisudaan alumni nya diarak sama masyarakat sekitar, bukan sama massa himpunannya.
Prediksi saya, jika Nyoman yang jadi Presiden KM, nama ITB akan menjadi lebih "heroik" di masyarakat, lebih harum, dan lebih rendah hati. Tapiiii, gatau deh internal kampus ITB (massa-nya) akan seperti apa, karena saya melihat (dari proker, cara menjabarkan proker, dll dll) bahwa persentase fokus untuk ke-luar lebih besar daripada ke-dalam.
Nah, ini deh pendapatku, apa pendapatmu?
This blog contains all my thoughts about everything. Love, friendship, family, politics, economy, environment, colleges, diplomacy, gossip n entertainment, country n stuff, or maybe just a crazy idea which is unspoken in my real life. This is my think tank. No matter people see me as an outspoken, I just want to bring out whats on my mind here. Why? because this is the time that your voice, your thoughts, and your feelings to be heard by anyone by using any sort of media.
Showing posts with label college life. Show all posts
Showing posts with label college life. Show all posts
Sunday, March 24, 2013
Saturday, January 12, 2013
Pengenalan jurusan ke SMA 3 bandung
Halooo, skrg saya lagi di sma 3 bandung. Saya dan beberapa teman di teknik kimia itb diundang untuk promosi tentang TK disini. Acara sebenernya sih dimulai pagi2, tapi biasalah indonesia ngareettt, jadi stand kami baru rame dikunjungi orang mulai jam stgh 12.
So far, saya berperan kayak spg. Ditanya ini itu, promosi ini itu, dan nyeritain bagus-bagusnya tekim huahhahahaha. Saa ga percaya saya bisa ikutan promosi, padahal saya adalah salah satu dari org yang sampe akhir tahun kedua masih bertanya-tanya kenapa saya di tekim......
Enak banget sebenernya buat sekolah2 yang alumni nya udah pada concern sama masa depan adik2nya dengan mengadakan acara seperti ini. Saya tiba2 kepikiran buat sekolah2 lain yang oro2 ada promosi langsung, tau kalo di universitas anu ada jurusan itu aja belum tentu....
Nah buat kalian2 yang sekiranya pengen tau informasi tentang itb, gimana cara masuknya, gimana rasanya kuliah disana, dan gimana cara persiapan masuk ke sana.....bisa dibaca tuh di www.masukitb.com , atau ke web itb resmi di www.itb.ac.id, ataauuu kalo mau tau tentang teknik kimia itb dengan lebih rinci bisa ke web www.che.itb.ac.id
Semangat ya yang anak SMA!!
So far, saya berperan kayak spg. Ditanya ini itu, promosi ini itu, dan nyeritain bagus-bagusnya tekim huahhahahaha. Saa ga percaya saya bisa ikutan promosi, padahal saya adalah salah satu dari org yang sampe akhir tahun kedua masih bertanya-tanya kenapa saya di tekim......
Enak banget sebenernya buat sekolah2 yang alumni nya udah pada concern sama masa depan adik2nya dengan mengadakan acara seperti ini. Saya tiba2 kepikiran buat sekolah2 lain yang oro2 ada promosi langsung, tau kalo di universitas anu ada jurusan itu aja belum tentu....
Nah buat kalian2 yang sekiranya pengen tau informasi tentang itb, gimana cara masuknya, gimana rasanya kuliah disana, dan gimana cara persiapan masuk ke sana.....bisa dibaca tuh di www.masukitb.com , atau ke web itb resmi di www.itb.ac.id, ataauuu kalo mau tau tentang teknik kimia itb dengan lebih rinci bisa ke web www.che.itb.ac.id
Semangat ya yang anak SMA!!
Friday, August 03, 2012
Mahasiswa ITB: Pilih Mata Kuliah Apa Yaa?
Mungkin kalian sekarang lagi bingung mau ambil mata kuliah apa. sama. saya juga. sempat dilema mau mendahulukan nilai atau ilmu, paket A atau pengetahuan.
Hemm, ini dilematis banget loh kawan2, terlebih disaat IP kamu ngepas dan kamu butuh peningkatan nilai signifikan biar IPK bisa bersaing pas ngelamar kerja.
Saya dilema, antara memilih mata kuliah (yang katanya) paket A atau mata kuliah yang memberi ilmu yang (menurut saya) bakal penting banget buat kehidupan profesional saya.
Beberapa teman menyarankan mata kuliah ini itu yang katanya paket A, saya pun tergoda.
tapi pada akhirnya, keyakinan saya cukup teguh untuk ga ngambil suatu mata kuliah hanya karena disebut2 sebagai paket A, idealisme saya lebih keras untuk mencari ilmu di tahun terakhir di ITB.
Ini tahun terakhir saya di ITB, tahun terakhir di teknik kimia. Tahun depan, saya ga berhak belajar disini, karena saya sudah "diusir". Menyadari ini, tiba-tiba saya merasa sangat sayang jika saya mengambil mata kuliah yang ilmunya minim tapi nilainya bagus. Sayang uang dan waktu yang saya habiskan.
Tapi orang beda-beda, karena emang tujuan hidup tiap orang beda. Saya ga pernah memandang sebelah mata teman2 yang rebutan mata kuliah paket A, saya tetap menghargai mereka. Mungkin mereka memang minat dengan mata kuliah itu, atau mungkin mereka punya strategi tersendiri.
Kalo kamu bagaimana? Ilmu atau nilai?
Hemm, ini dilematis banget loh kawan2, terlebih disaat IP kamu ngepas dan kamu butuh peningkatan nilai signifikan biar IPK bisa bersaing pas ngelamar kerja.
Saya dilema, antara memilih mata kuliah (yang katanya) paket A atau mata kuliah yang memberi ilmu yang (menurut saya) bakal penting banget buat kehidupan profesional saya.
Beberapa teman menyarankan mata kuliah ini itu yang katanya paket A, saya pun tergoda.
tapi pada akhirnya, keyakinan saya cukup teguh untuk ga ngambil suatu mata kuliah hanya karena disebut2 sebagai paket A, idealisme saya lebih keras untuk mencari ilmu di tahun terakhir di ITB.
Ini tahun terakhir saya di ITB, tahun terakhir di teknik kimia. Tahun depan, saya ga berhak belajar disini, karena saya sudah "diusir". Menyadari ini, tiba-tiba saya merasa sangat sayang jika saya mengambil mata kuliah yang ilmunya minim tapi nilainya bagus. Sayang uang dan waktu yang saya habiskan.
Tapi orang beda-beda, karena emang tujuan hidup tiap orang beda. Saya ga pernah memandang sebelah mata teman2 yang rebutan mata kuliah paket A, saya tetap menghargai mereka. Mungkin mereka memang minat dengan mata kuliah itu, atau mungkin mereka punya strategi tersendiri.
Kalo kamu bagaimana? Ilmu atau nilai?
Wednesday, June 20, 2012
#ceritaKP -- akhirnya ada anak KP lainnya!
Setelah ditinggal sama ITENAS, akhirnya kami nemu temen2 dari Teknik Industri UI yang KP di bagian PPD (planing and process department). namanya Putri dan Adita. Anak2nya baik2, seru2, dan kami gampang akrab.
Sayangnya mereka ga nginep di mess. papanya putri adalah karyawan krakatau steel, jadi dia dan adita nginep di rumahnya di komplek KS selama KP. hikss...
ada juga bang Thewa Sitepu, Teknik Fisika 2008. Dia bukan anak KP, dia adalah mhs yang lagi ngambil data di CAP sebagai bahan TA. anaknya baik, kayak polos2 lugu gimana gitu, hahaha. tapi yasudahlah, seenggaknya kami masih punya temen selain kami berdua.
Sayangnya mereka ga nginep di mess. papanya putri adalah karyawan krakatau steel, jadi dia dan adita nginep di rumahnya di komplek KS selama KP. hikss...
ada juga bang Thewa Sitepu, Teknik Fisika 2008. Dia bukan anak KP, dia adalah mhs yang lagi ngambil data di CAP sebagai bahan TA. anaknya baik, kayak polos2 lugu gimana gitu, hahaha. tapi yasudahlah, seenggaknya kami masih punya temen selain kami berdua.
#ceritaKP week 2
minggu kedua...udah mulai familiar sama kantor.
di minggu ini kami mulai diajak ke plant....dalam minggu ini ada 3 kali ke plant...setelah minggu kemarin keliling overview singkat HDPE, kami diajak ke control room lagi untuk dijelasin tentang HDPE oleh pak Tifli. Penjelasannya lumayan gampang dipahami, mungkin krn bbrp udah kami dengar dari Kak Sugi.
Hari itu dilanjutkan dengan keliling2 ke HDPE, liat2 bentar, ditunjukin ini itu, seperti reaktornya seperti apa yang si vertical loop reactor....trus jacket nya itu bentuknya gimana...dll.
Besoknya kami dikasih tugas disuruh bikin tulisan tentang pompa dan kompresor. saya ngerjain pompa, marsha yang kompresor...dikumpulinnya jumat.
hari berikutnya kami ke plant lagi dan ditunjukkan ke daerah katalis, cocatalyst, naik liat sambungan reaktor, dan lain sebagainya. siangnya, kami dibawa ke daerah bagging section. disana kami melihat HDPE dan LLDPE dibungkusin di karung2 secara otomatis dan ditaruh di pellet. gudangnya gede banget loh, dan panas. disana kami disuguhi teh manis (ih bapaknya baik banget) dan dijelasin alur gimana biji plastik abis diproduksi sampe dijual ke pasar.
abis panas2an kami dipindah ke gedung lab. kebalikannya disini dingin...hiiiy. disini kami ngeliat banyak peralatan2 lab, yang meskipun katanya udah tua, tapi tetep bikin kami kagum karena selama ini cuma ngeliat alat lab di kampus yang jauh lebih buruk dari yang kami liat di lab disini. hahahaa.
selain itu, nganggur lagi sodara2, hahaha. berkutat mengerjakan tugas pompa dan menyicil laporan....dan tentu saja...film serial :p
di minggu ini kami mulai diajak ke plant....dalam minggu ini ada 3 kali ke plant...setelah minggu kemarin keliling overview singkat HDPE, kami diajak ke control room lagi untuk dijelasin tentang HDPE oleh pak Tifli. Penjelasannya lumayan gampang dipahami, mungkin krn bbrp udah kami dengar dari Kak Sugi.
Hari itu dilanjutkan dengan keliling2 ke HDPE, liat2 bentar, ditunjukin ini itu, seperti reaktornya seperti apa yang si vertical loop reactor....trus jacket nya itu bentuknya gimana...dll.
Besoknya kami dikasih tugas disuruh bikin tulisan tentang pompa dan kompresor. saya ngerjain pompa, marsha yang kompresor...dikumpulinnya jumat.
hari berikutnya kami ke plant lagi dan ditunjukkan ke daerah katalis, cocatalyst, naik liat sambungan reaktor, dan lain sebagainya. siangnya, kami dibawa ke daerah bagging section. disana kami melihat HDPE dan LLDPE dibungkusin di karung2 secara otomatis dan ditaruh di pellet. gudangnya gede banget loh, dan panas. disana kami disuguhi teh manis (ih bapaknya baik banget) dan dijelasin alur gimana biji plastik abis diproduksi sampe dijual ke pasar.
abis panas2an kami dipindah ke gedung lab. kebalikannya disini dingin...hiiiy. disini kami ngeliat banyak peralatan2 lab, yang meskipun katanya udah tua, tapi tetep bikin kami kagum karena selama ini cuma ngeliat alat lab di kampus yang jauh lebih buruk dari yang kami liat di lab disini. hahahaa.
selain itu, nganggur lagi sodara2, hahaha. berkutat mengerjakan tugas pompa dan menyicil laporan....dan tentu saja...film serial :p
#ceritaKP week 1
daripada nulis tiap hari yang kayanya ga sempet, mending saya nulis per minggu aja deh. hahaha
selama minggu pertama, waktu hari pertama di PT. Chandra Asri Petrochemical, saya diminta untuk keliling ke safety, security, dan HRD untuk daftar ini itu, difoto, rekam sidik jari, dan bikin badge.
Hari kedua dan ketiga, nganggur senganggur2nya. cuma ada ngobrol2 singkat sama pembimbing KP yang adalah alumni TK ITB 2003, namanya Sugianto Vijayo. Kami memanggil beliau Kak Sugi.
Kak sugi kayaknya orangnya lucu, tapi sepertinya pemalu, jadi jarang ngobrol deh. kami lebih sering ngobrol sama Kak Angga (Angga Permana Putra), TK ITS 2006. Anaknya kocak, jahil, dan pintar.
Kami dikenalkan sama bbrp orang di HDPE, yang saya ingat itu Pak Agus....trus di LLDPE ada Pak Priyo, section manajer HDPE Pak Ahmad Sudayana, trus ada Pak Nur, Pak Tulus...
Slain dikenalin, bbrp orang yang saya temui juga saya ajak (dan diajak) kenalan....seperti pak Tatang di HRD dan Safety (ada banyak tatang disini), pak Adang, pak Eko.S, pak Madya, Pak Taufik, kak Adi, kak Mulo, dan Pak Tigor Sijabat. nama terakhir saya panggil bapauda, karena emang mestinya begitu, kan sesama sijabat hehehe
Selain kami, ada juga anak KP dari ITENAS, tapi mereka tinggal 2 minggu lagi...sedangkan kami masih 2 bulan -________-. mereka berdua cowok, doyannya ngerokok, selalu setiap saat. namanya Lendy dan Ridho. Meskipun begitu, mereka anaknya baik2 sih hehehe.
Beberapa hari kemudian kami udah tau kalo di lantai 4 di sebelah kumpulan sepatu safety dan helmet untuk anak2 PKL (KP) ada perpustakaan kecil yang ada sofa nya...dan langsung mikir: wah perfect escape! trus kami jadi tau kalo di pantry tiap pagi ada yang jual nasi uduk dan gorengan, tapi krn jumlahnya cuma dikit, jadi dapetnya ya untung2an. hahaha.
Pulang jemput kami pake bus perusahaan....dijemput jam 6.20! (Bayangkan! aargh) nyampe kantor jam 8!! Wah gila...awal2 saya stres...mana sepanjang perjalanan jalannya berlubang2 segede kolam ikan...jadi lebih berasa naik kapal campur rodeo dibandingkan naik bus. di dalam bus enak sih, ber-AC dan kursinya empuk. sering kali diputar film2, tapi film2nya selalu tentang bunuh2an....mana saya suka...
karena jalan anyer masih rusak parah, kami kadang2 nebeng sama Pak Bayu, manager di lab, yang juga salah satu panitia seleksi beasiswa CAP...makanya kami kenal....
nebeng pak bayu lumayan enak sih, rada cepet (kadang2), tapi keselnya jadi ga bisa tidur krn ga enakan.
Seminggu pertama kami bener2 dianggurin, diajak ke Plant engga, diajak ngobrol dikit. waktu kami habiskan dengan menonton serial dan ngebaca laporan2 taun2 lalu dan nyicil bikin laporan. huft. emang gitu kali ya minggu pertama KP. hahaha.
selama minggu pertama, waktu hari pertama di PT. Chandra Asri Petrochemical, saya diminta untuk keliling ke safety, security, dan HRD untuk daftar ini itu, difoto, rekam sidik jari, dan bikin badge.
Hari kedua dan ketiga, nganggur senganggur2nya. cuma ada ngobrol2 singkat sama pembimbing KP yang adalah alumni TK ITB 2003, namanya Sugianto Vijayo. Kami memanggil beliau Kak Sugi.
Kak sugi kayaknya orangnya lucu, tapi sepertinya pemalu, jadi jarang ngobrol deh. kami lebih sering ngobrol sama Kak Angga (Angga Permana Putra), TK ITS 2006. Anaknya kocak, jahil, dan pintar.
Kami dikenalkan sama bbrp orang di HDPE, yang saya ingat itu Pak Agus....trus di LLDPE ada Pak Priyo, section manajer HDPE Pak Ahmad Sudayana, trus ada Pak Nur, Pak Tulus...
Slain dikenalin, bbrp orang yang saya temui juga saya ajak (dan diajak) kenalan....seperti pak Tatang di HRD dan Safety (ada banyak tatang disini), pak Adang, pak Eko.S, pak Madya, Pak Taufik, kak Adi, kak Mulo, dan Pak Tigor Sijabat. nama terakhir saya panggil bapauda, karena emang mestinya begitu, kan sesama sijabat hehehe
Selain kami, ada juga anak KP dari ITENAS, tapi mereka tinggal 2 minggu lagi...sedangkan kami masih 2 bulan -________-. mereka berdua cowok, doyannya ngerokok, selalu setiap saat. namanya Lendy dan Ridho. Meskipun begitu, mereka anaknya baik2 sih hehehe.
Beberapa hari kemudian kami udah tau kalo di lantai 4 di sebelah kumpulan sepatu safety dan helmet untuk anak2 PKL (KP) ada perpustakaan kecil yang ada sofa nya...dan langsung mikir: wah perfect escape! trus kami jadi tau kalo di pantry tiap pagi ada yang jual nasi uduk dan gorengan, tapi krn jumlahnya cuma dikit, jadi dapetnya ya untung2an. hahaha.
Pulang jemput kami pake bus perusahaan....dijemput jam 6.20! (Bayangkan! aargh) nyampe kantor jam 8!! Wah gila...awal2 saya stres...mana sepanjang perjalanan jalannya berlubang2 segede kolam ikan...jadi lebih berasa naik kapal campur rodeo dibandingkan naik bus. di dalam bus enak sih, ber-AC dan kursinya empuk. sering kali diputar film2, tapi film2nya selalu tentang bunuh2an....mana saya suka...
karena jalan anyer masih rusak parah, kami kadang2 nebeng sama Pak Bayu, manager di lab, yang juga salah satu panitia seleksi beasiswa CAP...makanya kami kenal....
nebeng pak bayu lumayan enak sih, rada cepet (kadang2), tapi keselnya jadi ga bisa tidur krn ga enakan.
Seminggu pertama kami bener2 dianggurin, diajak ke Plant engga, diajak ngobrol dikit. waktu kami habiskan dengan menonton serial dan ngebaca laporan2 taun2 lalu dan nyicil bikin laporan. huft. emang gitu kali ya minggu pertama KP. hahaha.
Tuesday, April 17, 2012
Sibuk?
"kakak lagi sibuk ya? Sibuk apa?"
itu pertanyaan yang paling sering dilontarkan ke saya akhir2 ini tiap ketemu sama anak2 2010 dan 2011.
kenapa ya? mungkin karena saya terkesan sibuk banget.
padahal sebenernya kalo dipikir2 saya ga sesibuk itu...sibuk itu relatif
saya lebih mau mendefinisikannya sebagai "ga bisa bagi waktu"
ya itulah saya, huhu...susah banget mulai bagi waktu dengan baik hueeeeeeeeee. kalo udah nonton, wah susah banget memulai ngerjain TA hahahahaa.
quote for today: time became precious when it's past.
doain TA/penelitian saya ya. semoga saya rajin ngerjainnya hahaha
itu pertanyaan yang paling sering dilontarkan ke saya akhir2 ini tiap ketemu sama anak2 2010 dan 2011.
kenapa ya? mungkin karena saya terkesan sibuk banget.
padahal sebenernya kalo dipikir2 saya ga sesibuk itu...sibuk itu relatif
saya lebih mau mendefinisikannya sebagai "ga bisa bagi waktu"
ya itulah saya, huhu...susah banget mulai bagi waktu dengan baik hueeeeeeeeee. kalo udah nonton, wah susah banget memulai ngerjain TA hahahahaa.
quote for today: time became precious when it's past.
doain TA/penelitian saya ya. semoga saya rajin ngerjainnya hahaha
Tuesday, December 06, 2011
9gag for ITB's people short reliever
u no 9gag?
of course yes! hahaha. Those silly-but-creative artworks (or simply just a "meaningful" text) are now becoming a kind of short reliever for ITB students, or specifically, in my major, chemical engineering. After having test/quiz, we simply browse for www.9gag.com and laugh together with posts in it.
It's cheap, priceless, time-making, and weirdly fun hahahhaaa!
you should open the site.
of course yes! hahaha. Those silly-but-creative artworks (or simply just a "meaningful" text) are now becoming a kind of short reliever for ITB students, or specifically, in my major, chemical engineering. After having test/quiz, we simply browse for www.9gag.com and laugh together with posts in it.
It's cheap, priceless, time-making, and weirdly fun hahahhaaa!
you should open the site.
Thursday, June 16, 2011
Internship: Day 2
Oke hari ini gue diajak sama bu Yus ke Lapangan. Lapangan means pabrik. Gue dibawa ke plant ASP 4. ASP 4 nya sendiri tuh belum jadi, melainkan masih dipasang-pasang, dirakit-rakit dan belum beroperasi sama sekali. Bahkan atapnya aja masih berupa rangka-rangka gitu aja (belum jadi atap beneran). Jadi otomatis belum bisa disebut sebagai plant. Untuk pertama kalinya seumur-umur saya ngeliat kompressor yang gede. Selama ini kompressor yang saya liat gedenya paling cuma selutut lebih dikit, buat kompressor pompa ban mobil punya tukang tambal ban :p
Terus gue ditunjukin yang mana yang nitrogen column, yang mana yang oxygen column, refrigerator (coolbox), compressor, turbin buat ekspansi, molecular sieves, dan beragam valves serta pipa. (eneg dengernya? Well, itu sumber duit saya di masa depan). Saya pun nanya-nanya ke si bu Yus tentang ini itu. Karena sebenarnya pemisahan gas itu baru di pelajarin di sistem utilitas di semester 5 (yang artinya gue belom dapet dan belum ngerti sama sekali, hahaha poor me ), gue jadi nanya banyak banget ke si ibu yus, yang jadi bingung sendiri (entah bingung gara-gara ga tau apa jawabannya atau bingung gara-gara kok ada anak ITB se-bego gue, hahhaha). Akhirnya setelah ngejelasin ini itu, beliau minta gue untuk nanya-nanya lebih lanjut ke bapak-bapak yang ada di sana aja. Siapa takut? *pamerin otot*
Dengan muka badak dan pura-pura polos gue asal nanya aja. Yang awal-awal gue tanya hádala: yang mana tangki nitrogen, yang mana tangki oksigen? Jawaban si bapaknya agak aneh, karena belum di-label-in, belum tau yang mana. Err, bagi saya itu agak absurd. Pas saya tengaktengok spec nya, ternyata kedua kapsul mahabesar itu emang sama persis, dan bisa dipake buat argon, oksigen, dan nitrogen, tergantung nanti dari settingannya. settingan maca mapa? Hem jadi gini *sok enjiner*, kan di dalem kapsul itu sebenernya terdapat evaporator dan heat exchanger. Naahhhh, si evaporator dan heat exchanger itulah yang diatur-atur. Kalo ngatur evaporator misalnya, beda antara nitrogen dan oksigen dalam suhunya (kan suhu oksigen dan nitrogen kalo mendidih kan beda, hehe). Nah si kedua column ini kerjanya paralel, barengan, berdasarkan kesetimbangan fasa (tiba-tiba inget pelajaran termonya pak Herri dimana Ptot = Xa.Pa sat + Xb.Pb sat, Ya = Xa.Pa sat / P tot). Makin bingung? Heah, entar deh penjelasannya dibawah ya *kalo inget*.
Selanjutnya yang gue tanya adalah tentang kenapa molécular sieves ada 2, kenapa ga 1 aja. Udah gitu, meskipun dua, kenapa kerjanya mesti gantian. Otak gamau ruginya gue tiba-tiba mengatakan itu adalah suatu pemborosan. Tapi ternyata saya salah. Huhahahahaa. Tujuan dibuat dua adalah biar absorben didalam molecular sieves itu bisa ada waktu untuk melakukan regenerasi. Nah lo apa itu absorben dan regenerasi? Hem, jadi di dalam kapsul molecular sieve masing-masing terdapat sejenis gel yang terbuat dari alumina. Apa itu alumina? Aduh, gue ga gitu inget, itu pelajaran kinetika katalisis (yang secara ajaib bisa dapet AB), pokonya alumina itu sejenis nikel dicampur-campur dengan yang lainnya. Biasanya alumina adalah bahan yang paling lazim dijadikan penyangga katalis, baru kali ini tau ternyata alumina bisa dijadiin absorben. Warna alumina itu putih kaya pasta gigi deh. Nah gel itu ada di dalam molecular sieve. Gel itulah yang nanti akan berperan untuk menyerap partikel-partikel selain nitrogen dan oksigen, yang dominannya adalah CO2, biar nanti pas masuk ke dalam nitrogen dan oxgen column si pengganggu ini ga merusak flow, hahahaa. Tapi kalo gel itu dipake nonstop, akan terjadi penurunan performa pada absorben, nanti kalau terjdi penurunan performa, bisa-bisa akan ada CO2 yang lolos, dan itu bahaya. Makanya sieve nya harus didiemin dulu (kalo di spec sih selama 3 jam) dan di re-aktivasi gel nya dengan menggunakan waste gas (entah gimana mekanismenya, mungkin gue harus tanya-tanya lagi), baru abis itu performanya bakal balik dan akan dipake seperti biasa.
Trus apa lagi ya yang gue tanya? Hem, abis itu gue Cuma jalan-jalan aja keliling plant, dan akhirnya malah ngobrol sama mandor yang dikontrakin bikini trafo house dan atap untuk plant tsb. Malah ngobrol ngalor ngidul ngomongin suku batak vs komering (ini apa deh hahaha). Itu gue lakukan karena gue ditinggal sendirian di plant sama si Bu Yus. SENDIRIAN, sodara-sodara! Gue yang imut pendek dan gendut ini satu-satunya cewek di plant itu (err gue baru sadar pas nulis ini). Buat ngilangin rasa takut ya udah gue cuek aja sambil nanya-nanya ke bapak mandor yang masih semangat nyeritain tentang sukunya (suku komering)
Gue: pak, pak. Bu Yus mana ya?
Pak mandor: hah? Pak yus? (oke gue maklum, kondisinya berisik, pabrik gitu loch)
Gue: bukan paaak. Tapi BU YUS *kali ini pake teriak*
Pak mandor: ooo bu yus
Gue: kemana ya pak? Tadi sama saya kok skrg gak keliatan?
Pak mandor: wah, udah pulang *sambil nyeruput kopi*
*JEGERR*
Pak mandor: eh tapi ntar balik lagi kok, katanya lagi ke gudang
Gue: pfiuuuhh.
Ga lama kemudian si bu yus dateng dan akhirnya dengan senang hati (karena emang udah kepanasan kepanggang 1 jam) kami pulang ke kantor yang adem
Terus gue ditunjukin yang mana yang nitrogen column, yang mana yang oxygen column, refrigerator (coolbox), compressor, turbin buat ekspansi, molecular sieves, dan beragam valves serta pipa. (eneg dengernya? Well, itu sumber duit saya di masa depan). Saya pun nanya-nanya ke si bu Yus tentang ini itu. Karena sebenarnya pemisahan gas itu baru di pelajarin di sistem utilitas di semester 5 (yang artinya gue belom dapet dan belum ngerti sama sekali, hahaha poor me ), gue jadi nanya banyak banget ke si ibu yus, yang jadi bingung sendiri (entah bingung gara-gara ga tau apa jawabannya atau bingung gara-gara kok ada anak ITB se-bego gue, hahhaha). Akhirnya setelah ngejelasin ini itu, beliau minta gue untuk nanya-nanya lebih lanjut ke bapak-bapak yang ada di sana aja. Siapa takut? *pamerin otot*
Dengan muka badak dan pura-pura polos gue asal nanya aja. Yang awal-awal gue tanya hádala: yang mana tangki nitrogen, yang mana tangki oksigen? Jawaban si bapaknya agak aneh, karena belum di-label-in, belum tau yang mana. Err, bagi saya itu agak absurd. Pas saya tengaktengok spec nya, ternyata kedua kapsul mahabesar itu emang sama persis, dan bisa dipake buat argon, oksigen, dan nitrogen, tergantung nanti dari settingannya. settingan maca mapa? Hem jadi gini *sok enjiner*, kan di dalem kapsul itu sebenernya terdapat evaporator dan heat exchanger. Naahhhh, si evaporator dan heat exchanger itulah yang diatur-atur. Kalo ngatur evaporator misalnya, beda antara nitrogen dan oksigen dalam suhunya (kan suhu oksigen dan nitrogen kalo mendidih kan beda, hehe). Nah si kedua column ini kerjanya paralel, barengan, berdasarkan kesetimbangan fasa (tiba-tiba inget pelajaran termonya pak Herri dimana Ptot = Xa.Pa sat + Xb.Pb sat, Ya = Xa.Pa sat / P tot). Makin bingung? Heah, entar deh penjelasannya dibawah ya *kalo inget*.
Selanjutnya yang gue tanya adalah tentang kenapa molécular sieves ada 2, kenapa ga 1 aja. Udah gitu, meskipun dua, kenapa kerjanya mesti gantian. Otak gamau ruginya gue tiba-tiba mengatakan itu adalah suatu pemborosan. Tapi ternyata saya salah. Huhahahahaa. Tujuan dibuat dua adalah biar absorben didalam molecular sieves itu bisa ada waktu untuk melakukan regenerasi. Nah lo apa itu absorben dan regenerasi? Hem, jadi di dalam kapsul molecular sieve masing-masing terdapat sejenis gel yang terbuat dari alumina. Apa itu alumina? Aduh, gue ga gitu inget, itu pelajaran kinetika katalisis (yang secara ajaib bisa dapet AB), pokonya alumina itu sejenis nikel dicampur-campur dengan yang lainnya. Biasanya alumina adalah bahan yang paling lazim dijadikan penyangga katalis, baru kali ini tau ternyata alumina bisa dijadiin absorben. Warna alumina itu putih kaya pasta gigi deh. Nah gel itu ada di dalam molecular sieve. Gel itulah yang nanti akan berperan untuk menyerap partikel-partikel selain nitrogen dan oksigen, yang dominannya adalah CO2, biar nanti pas masuk ke dalam nitrogen dan oxgen column si pengganggu ini ga merusak flow, hahahaa. Tapi kalo gel itu dipake nonstop, akan terjadi penurunan performa pada absorben, nanti kalau terjdi penurunan performa, bisa-bisa akan ada CO2 yang lolos, dan itu bahaya. Makanya sieve nya harus didiemin dulu (kalo di spec sih selama 3 jam) dan di re-aktivasi gel nya dengan menggunakan waste gas (entah gimana mekanismenya, mungkin gue harus tanya-tanya lagi), baru abis itu performanya bakal balik dan akan dipake seperti biasa.
Trus apa lagi ya yang gue tanya? Hem, abis itu gue Cuma jalan-jalan aja keliling plant, dan akhirnya malah ngobrol sama mandor yang dikontrakin bikini trafo house dan atap untuk plant tsb. Malah ngobrol ngalor ngidul ngomongin suku batak vs komering (ini apa deh hahaha). Itu gue lakukan karena gue ditinggal sendirian di plant sama si Bu Yus. SENDIRIAN, sodara-sodara! Gue yang imut pendek dan gendut ini satu-satunya cewek di plant itu (err gue baru sadar pas nulis ini). Buat ngilangin rasa takut ya udah gue cuek aja sambil nanya-nanya ke bapak mandor yang masih semangat nyeritain tentang sukunya (suku komering)
Gue: pak, pak. Bu Yus mana ya?
Pak mandor: hah? Pak yus? (oke gue maklum, kondisinya berisik, pabrik gitu loch)
Gue: bukan paaak. Tapi BU YUS *kali ini pake teriak*
Pak mandor: ooo bu yus
Gue: kemana ya pak? Tadi sama saya kok skrg gak keliatan?
Pak mandor: wah, udah pulang *sambil nyeruput kopi*
*JEGERR*
Pak mandor: eh tapi ntar balik lagi kok, katanya lagi ke gudang
Gue: pfiuuuhh.
Ga lama kemudian si bu yus dateng dan akhirnya dengan senang hati (karena emang udah kepanasan kepanggang 1 jam) kami pulang ke kantor yang adem
Internship: Day 1
Sejujurnya gue ga gitu ngerti dengan apa yang diajarin disini. Ups,sorry, gue ga diajarin, gue terpaksa belajar sendiri karena emang ga ada yang bisa (dan gue kenal) untuk ditanyain kecuali si Ibu Yus yang hmgga kini hilang entah kemana. Okelah, daripada bengong mending gue nulis aja apa yang udah bisa gue pahami dan mana yang kira-kira harus gue tanyain ke si Ibu Yus (kalau dia sudah menunjukkan batang hidungnya lagi)
Air Separation Process
Produsen: air Liquide Engineering Japan, Co. / Air Liquide Indonesia
General Description of Process
1. Compression of Atmospheric Air
The atmospheric air is compressed by an air compressor (C01) to the minimum service pressure required for operation of the plant. It is then cooled in an after-cooler to room temp. The air is subsequently delivered to a refrigeration unit and molecular sieves unit.
2. Pre purification of feed air
The compressed air is further cooled to near 10ºC by refrigerator (X01). Condensing moisture contained in the air is separated from the air in water separator (V07), because of decreasing the adsorption capacity of the molecular sieves.
Then, the air is fed to molecular sieves unit, which consists of Air Purification Vessel (R01/R02). Carbon dioxide (CO2) and residual moisture in the air is absorbed in one of the towers, while another tower is reactivated with waste gas delivered from the cold box. The changeover of two towers is automatically done every 3 hours.
A part of dry air is fed to the Electrical Reactivation Heater (E08) as seal gas and to each instrument as instrument gas.
3. Production of Nitrogen
The compressed air free of CO2, moisture and other impurities is sent to the Low Temperature Separation Unit. The compressed air is cooled to near its liquefaction temperature in the main heat exchanger (E01) by heat exchange with outgoing product gas and waste gas, and introduced into the nitrogen column (K01).
In this column, the air is separated into pure gaseous nitrogen at the top and liquid rich in oxygen (called “rich liquid”) at the bottom.
Most of gaseous nitrogen is liquefied in the Nitrogen Condenser (E02) located at the top of the nitrogen column by heat exchange with evaporating rich liquid. The liquefied nitrogen is sent back to the nitrogen column as reflux. A part of gaseous nitrogen is withdrawn from the upper section of the Nitrogen Column as product after warming up in the main heat exchanger (E01).
Another part of liquid nitrogen from the upper section of the nitrogen column is withdrawn as product and sent to the storage tank.
The rich liquid in bottom of nitrogen column (K01) is sent to the Nitrogen Condenser (E02). The rich liquid is evaporated in the nitrogen condenser (EO2).
A part of rich liquid in the nitrogen condenser (E02) is purged to atmosphere after evaporating in CnHm Purge Vaporizer (E70) to prevent an accumulation of hydrocarbons in the nitrogen condenser (E02).
Evaporating waste gas is used for reactivation of the air purification vessel (R01/R02). Remain gas is purged out to the atmosphere
4. Production of oxygen
The compressed air is introduced into the Oxygen Column (K40) to reboil the rich liquid at Oxygen Vaporizer (E41). This air is liquefied and sent to Nitrogen Condenser (E02).
The rich liquid is sent to the higher part of an oxygen column, where the rich liquid is separate into high purity liquid oxygen as product and waste gas at the top. Liquid oxygen from the lower section of oxygen vaporizer is withdrawn as product and sent to the storage tank.
Waste gas is warmed up in the main heat exchanger (E01) and used for reactivation of the Air purification vessel (R01/R02). Remain gas is purged out to atmosphere.
5. Supply of cold energy
The coldness inside the cold box is maintained with Air Expansion Turbine (ET01). The compressed air from the air purification vessel (R01/R02) is adiabatically expanded in air expansion turbine (ET01) and lowered the temperature. Low pressure air is used for cooling the feed air in the main heat exchanger (E01) and purged out to atmosphere.
The cold energy required for the operation of the unit is supplied by this cryogenic air.
The Air liquide absorber design includes a double bed of alumina and molecular sieves; this double bed allows regeneration of the absorbent material at lower temperatures than single bed molecular sieve absorber, thereby increasing sieve life.
The cold box is a vacuum insulated type thus optimizing maintenance and layout requirements.
The distillation column and most piping inside the cold box are stainless steel. This ensures long plant lifetime and high corrosion resistance. In addition, stainless steel welding is much easier than aluminum welding should intervention inside the cold box become necessary.
Description of Equipment
I.1 Air compression part
1.1.1 Hepa Filter
HEPA (High efficiency Particulate Air) filter against haze risk on basis of Air Liquide safety rule.
1.1.2 Air compressor
Screw compressor to compress the process air, complete with: air filter, intercooler, after cooler, lubricating apparatus, piping, instrument and safety devices.
Specifications
Flow rate : 4700 Nm3/h
Suction press : 0 MPa
Suction temp. : 27 C
Reltive humid : 80%
Discharge pres : 0.89 MPa
1.1.3 Electric Motor for the air compressor
Specifications
Output : 610 kW
Insulation : class F
Electricity : 2400 V, 50 Hz, 3 phases
Tadi gue udah nanya sama si Bu Yus tentang kenapa sih di alat itu harus dikasih dulu kompresor, padahal kan kalo entar di kompresi, bisa jadi suhunya naik, padahal nanti di tahap kedua rencananya suhunya mesti diturunin….menurut beliau itu karena volum gas kalau missal ga dikompresi bakal jadinya gede banget. Kalo missal volumnya gede banget artinya tangki yang dibutuhkan bakal gede banget juga, dan vessel yang mau dipake nanti gede juga dong, ga irit di ongkos dan ga efisien tempat juga nanti pas proses ga bias banyak nitrogen dan oksigen yang didapat.
I.2 Warm Part
1.2.1 Refrigeration Unit
A skid mounted refrigeration unit comprising compressor with a driving motor, air cooler, condenser, reservoir, oil separator, oil cooler, dryer-filter and piping, and complete with temperature control and safety device.
Specifications
Net duty : 59,000 kcal/h
Temp in/out : 40 C / 10 C
Refrigerant : R134a or equal
Motor output : 30kW
Electricity : 440V, 50Hz, 3Phases
1.2.2. Water Separator
Cylindrical vessel, used to eliminate water mist from the process air, and complete with automatic drain trap.
Specifications
Material : Shell : Carbon steel
Demister: stainless steel
1.2.3 Valve unit for M/S tower
1. Switch valves: to switch the molecular sieves towers
2. Reactivation heater: multiple sheathed electric heaters to warm up waste gas for normal reactivation and the air for complete reactivation of the adsorbent once a year.
Specifications
Capacity : 42 kW
Electricity : 440V, 50Hz, 3Phases
3. Piping
4. Valves
1.2.4 Warm Skid Structure
It is a structure to mount the equipment in this part. This includes noise protection wall.
Kalo ga salah, valve nya itu ada yang dioperasiin manual, ada juga yang otomatis, buat me-non aktifkan salah satu sieve tiap beberapa jam sekali (kalo di spec sih 3 jam sekali).
I.3 Molecular Sieves Tower
Two sets of cylindrical vessels containing molecular sieves and alumina-gel adsorbents to adsorb moisture and carbon dioxide in the process air.Jadi si molecular sieves ini kerjanya gantian, tujuannya biar ada waktu rehat / regenerasi buat absorben yang ada di dalam sieve nya, biar performanya maksimal.
1. vessel
2. 2. inner mesh
3. insulation material
I.4 Vent Silencer
I.5 low Temperature part
1.5.1 Vessels inside cold box
1.5.1.1 Air exchanger
A plate-fin type heat exchanger to cool incoming process air by returning products streams which are nitrogen and waste gas
Material : aluminum
1.5.1.2 Nitrogen Column
This is a cylindrical vessel complete with a set of rectification trays. Air feed is separate into pure nitrogen at the top and rich liquid at the bottom.
Material : Shell: Stainless steel
Packing trays: aluminum
1.5.1.3 Oxygen Column
a cylindrical vessel complete with a set of rectification trays. Feed rich liquid is separated into pure oxygen at the bottom and waste gas at the top.
Material : Shell: Stainless steel
Packing trays: aluminum
1.5.1.4 Nitrogen Condenser
A shell and tube heat exchanger located near by nitrogen column. Nitrogen is liquefied by evaporated rich liquid.
Material: stainless steel
1.5.1.5 Oxygen reboiler
a shell and tube type heat exchanger located at the bottom of the oxygen column to exchange with liquid oxygen.
Material: stainless steel
1.5.2 Cold box casing
This is a perlite-vacuum insulated casing. All piping, valves, supports and brackets within the insulation casing are included. Elements to be contained in the casing will be pre-assembled, fully piped and valved, equipped with instrument and safety devices.
1.5.3 Expansion turbine
It includes expansion turbine and insulation materials and turbine box which is an insulated carbon steel casing.
The expansion tubine is a single stage turbine coupled with an oil brake which acts as brake to generate necessary refrigeration of the plant.
The expansion turbine also includes lubricating apparatus and complete piping which are supplied separately for the site assembling.
Specifications
Flow rate: 2250 nm3/h
Suction pressure: 0.83 MPa
Discharge press: 0.03 MPa
Plant Utilities
1. Design Conditions
a. Atmospheric Conditions
Ambient temp: Des: 27 C Max: 37 C min: 20 C
Relative humidity : 80% 100% 60%
Barometric pressure 0.1013 MPa 0.1013 MPa 0.1013 MPa
2. Utilities
a. Electricity
High voltage : 2400 V, 50 Hz, 3 Phases
Low voltage: 440 V, 50 Hz, 3 phases
Instruments: 110 V, 50 Hz, single phase
Cooling water
Supply pressure: design 0.47 MPa Max 0.47 MPa
Return Press: 0.32 MPa 0.32 MPa
Supply temp: 28 C 32 C
Return Temp: 36 C 40 C
Instrument gas (for start up and emergency)
Supply pressure: 0.5-0.7 MPa
Supply temp: approx. 30 C
Dew point: -40 C or below
Instrument gas shall not be used as seal gas unless its quality has been reviewed and approved by ALE Japan.
Utilities Consumption
The following figures indicate estimated utilities consumption under design conditions.
Utility Units Design
Electricity power kW 630
Cooling water m3/h 120
Plant performance
Product nitrogen
G N2 Flow (Nm3/h) 500
LN2 Flow (Nm3/h) 150
Pressure (GN2) (MPa) 0.7 or more at battery limit
Pressure LN2 (MPa) 0.72 at cold box outlet
Impurity O2 (ppm) 5 or less
Product oxygen
L02 flow 65 Nm3/h
Pressure (LO2) 0.1 or more at cold box outlet
Purity 99.5% or more
Air Separation Process
Produsen: air Liquide Engineering Japan, Co. / Air Liquide Indonesia
General Description of Process
1. Compression of Atmospheric Air
The atmospheric air is compressed by an air compressor (C01) to the minimum service pressure required for operation of the plant. It is then cooled in an after-cooler to room temp. The air is subsequently delivered to a refrigeration unit and molecular sieves unit.
2. Pre purification of feed air
The compressed air is further cooled to near 10ºC by refrigerator (X01). Condensing moisture contained in the air is separated from the air in water separator (V07), because of decreasing the adsorption capacity of the molecular sieves.
Then, the air is fed to molecular sieves unit, which consists of Air Purification Vessel (R01/R02). Carbon dioxide (CO2) and residual moisture in the air is absorbed in one of the towers, while another tower is reactivated with waste gas delivered from the cold box. The changeover of two towers is automatically done every 3 hours.
A part of dry air is fed to the Electrical Reactivation Heater (E08) as seal gas and to each instrument as instrument gas.
3. Production of Nitrogen
The compressed air free of CO2, moisture and other impurities is sent to the Low Temperature Separation Unit. The compressed air is cooled to near its liquefaction temperature in the main heat exchanger (E01) by heat exchange with outgoing product gas and waste gas, and introduced into the nitrogen column (K01).
In this column, the air is separated into pure gaseous nitrogen at the top and liquid rich in oxygen (called “rich liquid”) at the bottom.
Most of gaseous nitrogen is liquefied in the Nitrogen Condenser (E02) located at the top of the nitrogen column by heat exchange with evaporating rich liquid. The liquefied nitrogen is sent back to the nitrogen column as reflux. A part of gaseous nitrogen is withdrawn from the upper section of the Nitrogen Column as product after warming up in the main heat exchanger (E01).
Another part of liquid nitrogen from the upper section of the nitrogen column is withdrawn as product and sent to the storage tank.
The rich liquid in bottom of nitrogen column (K01) is sent to the Nitrogen Condenser (E02). The rich liquid is evaporated in the nitrogen condenser (EO2).
A part of rich liquid in the nitrogen condenser (E02) is purged to atmosphere after evaporating in CnHm Purge Vaporizer (E70) to prevent an accumulation of hydrocarbons in the nitrogen condenser (E02).
Evaporating waste gas is used for reactivation of the air purification vessel (R01/R02). Remain gas is purged out to the atmosphere
4. Production of oxygen
The compressed air is introduced into the Oxygen Column (K40) to reboil the rich liquid at Oxygen Vaporizer (E41). This air is liquefied and sent to Nitrogen Condenser (E02).
The rich liquid is sent to the higher part of an oxygen column, where the rich liquid is separate into high purity liquid oxygen as product and waste gas at the top. Liquid oxygen from the lower section of oxygen vaporizer is withdrawn as product and sent to the storage tank.
Waste gas is warmed up in the main heat exchanger (E01) and used for reactivation of the Air purification vessel (R01/R02). Remain gas is purged out to atmosphere.
5. Supply of cold energy
The coldness inside the cold box is maintained with Air Expansion Turbine (ET01). The compressed air from the air purification vessel (R01/R02) is adiabatically expanded in air expansion turbine (ET01) and lowered the temperature. Low pressure air is used for cooling the feed air in the main heat exchanger (E01) and purged out to atmosphere.
The cold energy required for the operation of the unit is supplied by this cryogenic air.
The Air liquide absorber design includes a double bed of alumina and molecular sieves; this double bed allows regeneration of the absorbent material at lower temperatures than single bed molecular sieve absorber, thereby increasing sieve life.
The cold box is a vacuum insulated type thus optimizing maintenance and layout requirements.
The distillation column and most piping inside the cold box are stainless steel. This ensures long plant lifetime and high corrosion resistance. In addition, stainless steel welding is much easier than aluminum welding should intervention inside the cold box become necessary.
Description of Equipment
I.1 Air compression part
1.1.1 Hepa Filter
HEPA (High efficiency Particulate Air) filter against haze risk on basis of Air Liquide safety rule.
1.1.2 Air compressor
Screw compressor to compress the process air, complete with: air filter, intercooler, after cooler, lubricating apparatus, piping, instrument and safety devices.
Specifications
Flow rate : 4700 Nm3/h
Suction press : 0 MPa
Suction temp. : 27 C
Reltive humid : 80%
Discharge pres : 0.89 MPa
1.1.3 Electric Motor for the air compressor
Specifications
Output : 610 kW
Insulation : class F
Electricity : 2400 V, 50 Hz, 3 phases
Tadi gue udah nanya sama si Bu Yus tentang kenapa sih di alat itu harus dikasih dulu kompresor, padahal kan kalo entar di kompresi, bisa jadi suhunya naik, padahal nanti di tahap kedua rencananya suhunya mesti diturunin….menurut beliau itu karena volum gas kalau missal ga dikompresi bakal jadinya gede banget. Kalo missal volumnya gede banget artinya tangki yang dibutuhkan bakal gede banget juga, dan vessel yang mau dipake nanti gede juga dong, ga irit di ongkos dan ga efisien tempat juga nanti pas proses ga bias banyak nitrogen dan oksigen yang didapat.
I.2 Warm Part
1.2.1 Refrigeration Unit
A skid mounted refrigeration unit comprising compressor with a driving motor, air cooler, condenser, reservoir, oil separator, oil cooler, dryer-filter and piping, and complete with temperature control and safety device.
Specifications
Net duty : 59,000 kcal/h
Temp in/out : 40 C / 10 C
Refrigerant : R134a or equal
Motor output : 30kW
Electricity : 440V, 50Hz, 3Phases
1.2.2. Water Separator
Cylindrical vessel, used to eliminate water mist from the process air, and complete with automatic drain trap.
Specifications
Material : Shell : Carbon steel
Demister: stainless steel
1.2.3 Valve unit for M/S tower
1. Switch valves: to switch the molecular sieves towers
2. Reactivation heater: multiple sheathed electric heaters to warm up waste gas for normal reactivation and the air for complete reactivation of the adsorbent once a year.
Specifications
Capacity : 42 kW
Electricity : 440V, 50Hz, 3Phases
3. Piping
4. Valves
1.2.4 Warm Skid Structure
It is a structure to mount the equipment in this part. This includes noise protection wall.
Kalo ga salah, valve nya itu ada yang dioperasiin manual, ada juga yang otomatis, buat me-non aktifkan salah satu sieve tiap beberapa jam sekali (kalo di spec sih 3 jam sekali).
I.3 Molecular Sieves Tower
Two sets of cylindrical vessels containing molecular sieves and alumina-gel adsorbents to adsorb moisture and carbon dioxide in the process air.Jadi si molecular sieves ini kerjanya gantian, tujuannya biar ada waktu rehat / regenerasi buat absorben yang ada di dalam sieve nya, biar performanya maksimal.
1. vessel
2. 2. inner mesh
3. insulation material
I.4 Vent Silencer
I.5 low Temperature part
1.5.1 Vessels inside cold box
1.5.1.1 Air exchanger
A plate-fin type heat exchanger to cool incoming process air by returning products streams which are nitrogen and waste gas
Material : aluminum
1.5.1.2 Nitrogen Column
This is a cylindrical vessel complete with a set of rectification trays. Air feed is separate into pure nitrogen at the top and rich liquid at the bottom.
Material : Shell: Stainless steel
Packing trays: aluminum
1.5.1.3 Oxygen Column
a cylindrical vessel complete with a set of rectification trays. Feed rich liquid is separated into pure oxygen at the bottom and waste gas at the top.
Material : Shell: Stainless steel
Packing trays: aluminum
1.5.1.4 Nitrogen Condenser
A shell and tube heat exchanger located near by nitrogen column. Nitrogen is liquefied by evaporated rich liquid.
Material: stainless steel
1.5.1.5 Oxygen reboiler
a shell and tube type heat exchanger located at the bottom of the oxygen column to exchange with liquid oxygen.
Material: stainless steel
1.5.2 Cold box casing
This is a perlite-vacuum insulated casing. All piping, valves, supports and brackets within the insulation casing are included. Elements to be contained in the casing will be pre-assembled, fully piped and valved, equipped with instrument and safety devices.
1.5.3 Expansion turbine
It includes expansion turbine and insulation materials and turbine box which is an insulated carbon steel casing.
The expansion tubine is a single stage turbine coupled with an oil brake which acts as brake to generate necessary refrigeration of the plant.
The expansion turbine also includes lubricating apparatus and complete piping which are supplied separately for the site assembling.
Specifications
Flow rate: 2250 nm3/h
Suction pressure: 0.83 MPa
Discharge press: 0.03 MPa
Plant Utilities
1. Design Conditions
a. Atmospheric Conditions
Ambient temp: Des: 27 C Max: 37 C min: 20 C
Relative humidity : 80% 100% 60%
Barometric pressure 0.1013 MPa 0.1013 MPa 0.1013 MPa
2. Utilities
a. Electricity
High voltage : 2400 V, 50 Hz, 3 Phases
Low voltage: 440 V, 50 Hz, 3 phases
Instruments: 110 V, 50 Hz, single phase
Cooling water
Supply pressure: design 0.47 MPa Max 0.47 MPa
Return Press: 0.32 MPa 0.32 MPa
Supply temp: 28 C 32 C
Return Temp: 36 C 40 C
Instrument gas (for start up and emergency)
Supply pressure: 0.5-0.7 MPa
Supply temp: approx. 30 C
Dew point: -40 C or below
Instrument gas shall not be used as seal gas unless its quality has been reviewed and approved by ALE Japan.
Utilities Consumption
The following figures indicate estimated utilities consumption under design conditions.
Utility Units Design
Electricity power kW 630
Cooling water m3/h 120
Plant performance
Product nitrogen
G N2 Flow (Nm3/h) 500
LN2 Flow (Nm3/h) 150
Pressure (GN2) (MPa) 0.7 or more at battery limit
Pressure LN2 (MPa) 0.72 at cold box outlet
Impurity O2 (ppm) 5 or less
Product oxygen
L02 flow 65 Nm3/h
Pressure (LO2) 0.1 or more at cold box outlet
Purity 99.5% or more
Thursday, June 02, 2011
Pengabdian Masyarakat HIMATEK 2011
Courtesy of Muhammad Faris Firmansyah, ketua angkatan Teknik Kimia ITB 2009
Ini adalah sepenggal kisah kami saat melakukan pengabdian masyarakat ke Desa Kadaleman, Kelurahan Pakutandang, Ciparay, Jawa Barat.
“Pahlawan bukanlah orang suci yang diturunkan dari langit ke bumi untuk menyelesaikan persoalan manusia dengan mukjizat. Pahlawan adalah orang biasa yang melakukan pekerjaan-pekerjaan besar, dalam sunyi yang panjang, sampai waktu mereka habis. Mereka tidak harus tercatat dalam buku sejarah atau dimakamkan di taman makam pahlawan. Mereka juga melakukan kesalahan dan dosa. Mereka adalah manusia biasa yang berusaha memaksimalkan seluruh kemampuan untuk memberikan yang terbaik bagi orang-orang disekelilingnya. Mereka merakit kerja-kerja kecil menjadi sebuah gunung, karya kepahlawanan adalah tabung jiwa dalam masa yang lama” Anis Matta, dari bukunya mencari pahlawan Indonesia
Selamat Siang kawan, tak terasa sudah hampir seminggu yang lalu kita pergi ke Ciparay. Susah, senang, bingung, capek, haru, dan bangga tercampur aduk di benak aku, mungkin di benak kawan-kawan juga. Berangkat dari kutipan Anis Matta di atas, aku ingin menyapa kawan-kawan sekalian juga sebagai pahlawan. Menyiapkan pengabdian masyarakat tidak semudah membalikkan tangan. Dibutuhkan pengorbanan waktu dan persiapan yang matang dari semua pihak. Akungnya kemarin belum semua kawan kawan teknik kimia ’09 merasakan kerja keras kita semua. Aku yakin, insyallah kerja keras kalian suatu saat akan dibalas oleh Yang Maha Kuasa. Aku pribadi, ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya, kepada seluruh panitia inti dari pengabdian masyarakat ini. Penghargaan yang setinggi-tingginya aku ucapkan, karena telah memberikan kesempatan kepada angkatan kita untuk melaksanakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi. Terimakasih, karena telah memberi penyuluhan tentang nilai tambah produk kecimpring. Dan terima kasih, karena telah memeberi aku satu cerita lagi yang takkan terlupakan.
Dari Kawanmu
--
Faris
Dua Hariku di Kadaleman
- Selasa
Pukul 12 malam aku tiba di dusun Kadaleman, desa Pakutandang RW 21 Kecamatan Ciparay. Datang disambut oleh Pak RW (belum kenal namanya). Menginap ke rumah Pak Eman di RT 01, rumah yang halaman depannya dipakai tenda untuk acara dangdutan. Di rumah Pak Eman ada Mang Deden (anak Pak Eman) sedang nonton TV yang menyambut aku dalam sekejap kami pun berkenalan. Sesampainya di sana aku ditawari kecimpring dan minum, lalu ngobrol ngalor ngidul sambil nonton Jackie Chan sampai jam setengah 2 pagi. Di rumah ini ada juga Wildan dan Habe (tidur di bawah) serta Ardi Geankoplis, Leo, Chasbi, dan Hendy tidur di kamar atas.
Pagi hari aku bangun jam setengah 6 untuk segera shalat dan siap-siap. Setelah shalat aku tidur bentar, hehe.. lalu berkumpul dengan semua panitia yang udah duluan datang untuk keliling memastikan persebaran tempat tinggal di induk semang, dikordinasikan oleh Chasbi dan Hilda. Kebetulan aku mendapat giliran untuk mengunjungi rumah Ibu Mpok RT 01 yang akan ditinggali oleh Anggara dan Wira.
Setelah selesai keliling induk semang, kami berenam (Aku, Chasbi, Leo, Ardi, Hendy, Wildan, dan Habe) berjalan-jalan ke sekitar desa untuk melihat-lihat situasi ditemani oleh Mang Deden. Tempat pertama yang kami kunjungi adalah mata air yang menjadi sumber air bersih seluruh warga. Mata air ini berjarak sekitar 200 meter dari desa menuju atas bukit. Butuh waktu sekitar 15 menit berjalan kaki untuk mencapai ke sana. Mata air ini didistribusikan ke rumah warga dengan pipa-pipa yang membentang di pinggir jalan setapak ke seluruh dari RT 01 sampai RT 03.
Tempat kedua yang kami singgahi adalah balong ikan (kolam a.k.a. empang). Balong yang kami kunjungi adalah balong milik Pak Eman yang terdiri dari 3, yaitu kolam pemijahan, pembibitan, dan kolam pembesaran. Di kolam pemijahan, terdapat alat ijuk yang dipakai sebagai tempat menempelnya telur ikan ketika dipijah. Di kolam inilah, induk ikan menetaskan dan membuahi telurnya. Di sini terdapat ikan yang beratnya mencapai 12 kilogram! Besar sekali. Butuh dua sampai 3 hari sebelum alat ijuk diangkat dan dipindahkan ke tempat pembibitan. Di kolam pembibitan, telur-telur ikan tadi mulai menjadi ikan dan tumbuh menjadi jentik yang kecil. Setelah menetas, ikan “mini” tadi dipindahkan ke kolam pembesaran untuk dibesarkan dan diberi makan yang banyak. Jika diamati, balong-balong ikan yang ada di Ciparay berwarna hijau pekat. Kalo kata Mang Deden, justru kolam yang bagus adalah yang seperti itu. Warna hijau yang didapat berasal dari pupuk kolam yang ditaburkan dengan tujuan agar kolam tersebut menjadi media yang baik untuk tumbuh ikan agar cepat besar. Ardi menambahkan, warna hijau ini menyuburkan ganggang-ganggang yang meningkatkan laju pertumbuhan ikan dengan meningkatkan konversi makanan ikan ke tubuhnya.
Tempat ketiga yang kami datangi pagi itu adalah Sungai Cirasea. Sungai Cirasea terletak di sisi timur dusun Kadaleman. Sungai ini berawal dari mata air di Gunung Wayang yang berjarak 20 kilometer jauhnya. Di Gunung Wayang ini terletak pembangkit listrik tenaga geothermal terbesar yang dikelola oleh pengembang energi lokal Indonesia Star Energy. Sungai Cirasea yang melewati dusun kadaleman memiliki lebar sekitar 7 meter dengan kedalaman beragam antara 10 centimeter sampai 3 meter. Sesampainya di sana, ternyata tempatnya cukup bagus untuk berenang dan akungnya aku tidak memakai celana pendek, Leo dan Chasbi ternyata sudah siap dengan celana pendeknya. Akhirnya, aku bertiga dengan Hendy dan Ardi kembali lagi ke rumah untuk mengambil celana pendek dan kantong plastik. Karena suatu hal, Habe dan Wildan sedang tidak mau untuk berenang saat itu. Setelah siap dengan celana pendek, kami berlima segera nyemplung dan menikmati dinginnya air sungai Cirasea. Airnya cukup deras sehingga membuat jeram-jeram besar ketika melintasi batu-batu di tengah-tengah sungai. Di atas sungai, terdapat jembatan penghubung setinggi 5 meter di atas permukaan sungai. Menurut Mang Deden tempat ini biasa dipakai untuk melompat dan terjun bebas. Kami pun segera naik ke atas untuk mencoba seperti apa rasanya jatuh dari ketinggian 5 meter. Awalnya kami ragu, karena takut jatuh membentur dasar sungai, namun Mang Deden meyakinkan bahwa kedalaman air di bawah jembatan, minimal 3 meter. Lalu kami pun memberanikan diri untuk terjun dengan Mang Deden pertama kali lompat. Ketika tiba giliran aku, deg-degan rasanya, dan ketika melompat, badan ini melayang serta bulu kunduk berdiri, berat badan serasa nol.
Setelah merasa cukup bermain di sungai, kami kembali ke rumah Pak Eman untuk mandi dan bersiap-siap menyambut kawan-kawan TK ’09. Pukul 10.30 kawan-kawan turun dari truk menuju ke lapangan voli sambil membawa sembako untuk induk semang masing-masing. Setelah masing-masing anak mengetahui induk semangnya, diantar oleh anak Humas ke tempat masing-masing untuk istirahat dan makan siang.
Pukul 1 kami dikumpulkan kembali di rumah Pak Eman untuk mengikuti acara pembukaan rangkaian acara pengabdian masyarakat kali ini. Kebetulan aku dan Adi Hutomo menjadi penanggung jawab acara siang itu. Kami harus mempersiapkan MC, serta beberapa perangkat dusun untuk memberi sambutan sore itu. Acara dibuka oleh Mbadit sebagai MC lalu dilanjutkan oleh sambutan ketua RW Pak Dedeng, sesepuh desa Pak Aep, dan Ketua Pemgabdian Masyarakat Garuda Andre Ete. Satu hal yang aku ingat dari isi sambutan Pak Aep adalah “didoakeun sing lulus sadayana di ujian kelulusan..” Amin, terimakasih Pak J
Setelah acara pembukaan selesai, kegiatan dilanjutkan dengan games anak-anak di lapangan voli oleh kawan-kawan teknik kimia 09. Di saat yang bersamaan, dilakukan pembagian sembako untuk RT 02 dan 03 di balai RW, kebetulan aku berada di pembagian sembako waktu itu. Pembagian sembako dib alai RW ini diawasi dan didata oleh ketua RT 02 Ibu Entin dan ketua RT 03 Pak Endang serta Arline, Denisa, Hilda, Hugogede, dan Priska sebagai panitia yang membagikan sembakonya. Pembagian sembako berlangsung sekitar satu setengah jam. Beberapa keluarga ada yang sedang pergi ke luar desa sehingga sembakonya dititipkan ke warga yang tinggal di dekat rumahnya.
Sesaat setelah pembagian sembako selesai, sore itu turun hujan sehingga beberapa dari kami ada yang pulang ke induk semang dan ada juga yang duduk-duduk ngobrol santai dibalai RW. Beberapa kawan yang mengikuti games di lapangan voli juga turun ke bawah untuk berteduh sejenak. Satu orang tidak beruntung sore itu, karena dia menjadi objek “bully” kawan-kawan yang lain, sori Jim J haha.
Ketika hujan reda, aku naik ke lapangan voli untuk melihat apakah ada yang bermain di lapangan. Ternyata betul, kawan-kawan sedang bermain voli sore itu, kami yang dari balai RW pun turut menonton sambil menuggu gentian. Ketika set voli telah selesai dimainkan, kami membagi semua orang ke dalam 4 tim bola. Bocah-bocah Ciparay terbagi ke dalam berbagai tim, aku ingat betul ada dua orang bocah yang memakai baju merah dengan lambang garuda dan nomor punggung 17, Irfan Bachdim. Bocah-bocah Ciparay lincah sekali dalam bermain bola. Berkali-kali kami harus malu karena gawang batang pisang yang kami jaga selalu berhasil dikelabui oleh tendangan lihai bocah-bocah Ciparay, salah satunya bocah yang bernama Erwin. Sore itu kami bermain bergantian, namun hanya satu orang yang tidak, Ardi Geankoplis! J
Hujan turun kembali dan semakin deras, akhirnya kami bubar bermain bola dan mencari tempat teduh, beberapa mamilih untuk kembali ke rumah induk semang. Aku dan Ardi cepek memilih untuk pergi berteduh ke balai RW dengan mampir terlebih dahulu di tengah perjalanan ke rumah induk semang Marsha dan Felicia yang ternyata merupakan rumah Pak Dedeng, Ketua RW 21 dusun Kadaleman, dusun tempat kami melakukan pengabdian masyarakat Sembari berteduh di bawah atap rumah Pak Dedeng, aku ditawari untuk mencicipi berbagai keripik goreng dalam berbagai rasa. Mulai yang asin banget sampe yang pedas banget! Thanks Marsha dan Felis untuk tempat neduh dan keripiknya J
Sampailah aku di balai RW. Tempat nongkrong santai ala pemuda desa, hehe. Ada yang tidur, ada yang ngobrol, ada juga yang keliling-keliling sawah. Sore itu juga ada rombongan yang baru datang di desa Ciparay dengan menggunakan angkot. Di saat yang bersamaan, Denisa, Biber, dan Rea akan bergegas pulang untuk persiapan konser dan Biber sedang dalam kondisi tubuh yang kurang fit karena sempat muntah-muntah selama di desa.
Oiya, siang hari pada saat distribusi pembagian induk semang, di RT tempat aku tinggal terdapat satu rumah induk semang yang kosong sehingga harus dilakukan redistribusi tempat tinggal. Rumah induk semang aku yang baru adalah dengan Pak Iwan, sebelumnya aku tinggal di rumah Bu Aisyah bersama Baskoro dan Bram. Mulai sore itu aku tinggal di rumah Pak Iwan bersama dengan Fahmi. Pak Iwan adalah seorang pria paruh baya berumur 40 tahun, tubuhnya kecil dan kurus, namun masih menunjukkan kelincahan yang tidak biasa dimiliki rata-rata orang di umur sekian. Pak Iwan adalah anak bungsu dari 5 bersaudara. Beliau tinggal di rumah bersama kedua orangtuanya. Aku tidak terlalu kenal dengan bapak dari Pak Iwan namun aku lebih sering ngobrol dengan dari ibunya yaitu Ibu Engkik. Rumahnya sederhana namun rapih, serta pemandangan muka rumah yang indah langsung menatap lembah bukit Culah yang asri.
Waktu sudah menunjukkan pukul 7, sudah tiba waktunya untuk acara “hiburan” ala desa, yaitu dangdutan meriah yang disaksikan orang sedusun. Sejak pukul 5 sore, perlengkapan dan sound system sudah mulai dipasang dan disusun rapi mulai dari sound system hingga kendang dan keyboard sebagai pengiring lagu. “Wirda Entertainment” adalah event organizer dangdutan kali ini, pemiliknya adalah orang berperawakan besar dan berkumis seperti Pak Raden. Sekilas, penampilan dan perawakan pemilik EO ini sedikit banyak mirip Adrie Subono, promoter konser kelas kakap di Indonesia. Karena aku blum sempat berkenalan dengannya, untuk selanjutnya kita sebut beliau sebagai Pak Kumis, hehe J
Sembari menonton dengan masyarakat setempat, aku juga bertanya-tanya dengan orang-orang di sekitar aku, dari manakah asal Pak Kumis dan seluruh pengisi acara dangdutan ini. Lalu jawabannya adalah “Ini semuanya orang sini dik, tinggalnya di seberang sungai sana..” Wah, aku kira asalnya jauh dari Bandung kota sana pak. “Orang-orang sini sudah bisalah, untuk membuat acara dangdutan dengan sound dan alat yang lengkap. Biasanya kalo ada acara-acara besar seperti tujuh belasan, syukuran, dan acara-acara besar lainnya pasti aka nada dangdutan”, imbuhnya.
Setelah selesai dangdutan, aku kembali ke rumah induk semang dengan Fahmi. Fahmi langsung tidur, hari itu dia terlihat sangat capek. Aku memilih untuk menonton TV bersama Pak Iwan sambil menunggu siapa tahu ada pertandingan bola. Setelah menunggu dan ternyata tidak ada siaran bola, kami akhirnya ngobrol ngalor ngidul tentang kehidupan sehari-hari. Hal pertama yang aku tanyakan, adalah detail alamat lokasi desa ini. Saat itu beliau menjelaskan bahwa dusun yang aku tinggali ini adalah RW 21 biasa disebut juga sebagai desa Kadaleman. Dusun Kadaleman merupakan bagian dari Kampung Cipaku, Kelurahannya Pakutandang, Kecamatannya Ciparay. Beliau menambahkan pula asal-usul kenapa dusun ini disebut dusun Kadaleman. Konon, desa ini dulu dihuni oleh para menteri-menteri dan sesepuh kerajaan. Tempatnya sangat terpencil untuk menghindari serangan-serangan musuh yang biasanya brutal dan tiba-tiba, sehingga lokasi ini cukup aman sebagai tempat tinggal perangkat kerajaan yang biasa disebut sebagai “abdi dalem”, oleh karena itu daerah ini disebut sebagai “Kadaleman”, tempat tinggalnya para “abdi dalem”. Selain itu, beliau menceritakan bahwa dusun Kadaleman mayoritas penduduknya adalah petani. Hasil beras yang dihasilkan menurutnya adalah yang terbaik. Kalau pernah dengar beras pulen dengan merek “Ramos” atau “Pandan Wangi”, beras itu adalah beras yang dihasilkan oleh sawah-sawah di dusun Kadaleman katanya.
Pak Iwan juga bercerita bahwa masyarakat di sini juga percaya bahwa desa ini dijaga oleh “karuhun”, yaitu arwah leluhur yang telah mendahului mereka yang hidup di daerah sini. Pak Iwan percaya bahwa ketika orang mati, arwahnya tetap akan ada di sini menjaga kehidupan warga. Tak heran, dusun ini merupakan pusat ternak domba sekecamatan Ciparay namun belum pernah terjadi kecolongan ternak. Di sisi lain, di desa lain sering terjadi kecolongan ternak padahal jumlah domba yang dimiliki tidak sebanyak yang dimiliki oleh dusun Kadaleman imbuhnya. Makanya, ketika tiba bulan qurban, desa ini cukup dibanjiri rejeki dari hasil ternaknya. Selain menjaga keamanan, Pak Iwan juga percaya bahwa arwah karuhun juga menjaga nilai-nilai sosial gotong royong masyarakat. Miras dan perjudian serta perzinahan betul-betul dihindari oleh masyarakat, dan mereka saling menjaga.
Setelah ngobrol panjang lebar dengan Pak Iwan, aku berpamitan dengan beliau untuk membantu kawan-kawan yang lain ngeronda di balai RW. Ketika aku tiba di sana, sudah ada Fareza, Jekpot, Diego, dan Anton yang sedang berjaga. Kembali lagi aku memanfaatkan quality time ini, untuk ngobrol-ngobrol sampai pukul setengah empat pagi. Waktu itu kami manfaatkan untuk ngobrol ngalor ngidul gajelas, mulai dari masa depan dan budaya bangsa, sampai masa muda yang berapi-api, haha J
- Rabu
Pagi hari, udara desa sangat segar dengan sedikit kabut mewarnai bangun tidurku di balai RW. Setelah shalat, aku kembali ke induk semang untuk bersiap-siap mandi dan sarapan pagi. Di rumah, sudah ada Pak Iwan dan Bu Engkik sedang duduk-duduk santai di depan rumah. Bersama Fahmi, aku dipersilahkan duduk di teras rumah sambil menikmati air hangat yang siduguhkan. Sungguh nikmat, menikmati pagi hari sambil minum air hangat dengan pemandangan muka rumah yang indah langsung menatap lembah bukit Culah yang asri dengan kabut dan embun yang membasahi dedaunan. Selain air hangat, kami juga disuguhi oleh “ketimus”, makanan tradisional yang dibungkus dengan daun pisang. Ketimus berukuran sekitar 4 x 8 cm dengan tebal kira-kira 2 cm. Ketimus terbuat dari singkong giling berisi gula merah di dalamnya yang dimasak dengan cara dikukus dalam air yang dibakar dengan kayu. Satu rasa yang akan aku deskripsikan untuk makanan ini, “maknyuss!”
Setelah mandi dan sarapan, waktu sudah menunjukkan pukul tujuh, waktunya untuk ke panggung di halaman rumah Pak Eman untuk berkumpul persiapan acara selanjutnya, yaitu masak kecimpring bersama warga Ciparay. Di sini kami melakukan persiapan bahan-bahan yang akan dipakai selama masak-memasak. Divisi engineering di bawah komando Deden dan Martin menyiapkan segala sesuatunya mulai dari garam, minyak goreng, gula, bumbu keju, bumbu pedas, cabai, dan garam. Selain itu divisi engineering juga menyiapkan plastik bening yang akan dipakai sebagai kemasan serta alat hand sealer (alat pemanas) untuk membuat kemasan agar kecimpring dikemas dalam kemasan yang menarik dan bernilai tambah.
Jam 9 kami mulai menyebar ke 2 titik, satu titik untuk warga RT 01, titik lainnya untuk warga RT 01 dan 02. Divisi engineering juga dibagi dua, aku dan mashen ditempatkan di titik ke 2. Titik kedua bertempat di rumah Pak Dedeng, yaitu rumah Pak RW dimana Marsha dan Felis tinggal. Akungnya ketika kami datang, kecimpring masih belum siap karena belum kering dijemur matahari. Sekitar pukul setengah sepuluh, kecimpring mulai kering dan terkumpul di rumah Pak Dedeng akhirnya kami mulai menggoreng. Di tengah-tengah asyik menggoreng, Cimet tiba-tiba ketumpahan minyak goreng panas sehingga harus dievakuasi sejenak ke tempat aman, semoga Cimet sekarang uda sembuh perihnya J . Di tempat yang sama, ibu-ibu warga RT 02 dan 03 diajari cara membuat kemasan untuk produk kecimpring yang sudah digoreng. Terdapat 2 jenis kemasan yang akan dibuat, tujuan pembedaan ini selain untuk membuat kemasan menarik, juga untuk membedakan wadah rasa dari produk kecimpring. Di sisi lain, ada juga ibu-ibu yang diajari untuk mencampur bumbu-bumbu perasa kecimpring dan cara mengocok-ngocok kecimpring agar bumbunya menempel di kecimpring. Di dekat kamar mandi, Aditom, Wira, dan Wildan asyik balapan membuka mulut plastic agar terbuka secepat-cepatnya! J
Pukul 11 kami beres-beres karena waktu sudah habis, ibu-ibu sudah diajari untuk membuat kemasan dan cara mencampur bumbu-bumbu perasa kecimpring. Sebelum kembali ke induk semang-semang masing-masing, kami berpamitan ke ibu-ibu warga RT. Aku dan Mashen mewakili teman-teman pamit dan menitipkan ke ibu-ibu warga RT agar sebuah hand sealer. Meskipun hanya satu, harapannya bisa dipakai swadaya agar selanjutnya setelah berkembang, masing-masing keluarga dapat memiliki masing-masing satu hand sealer dan taraf hidupnya semakin baik.
Sesaat setelah sampai di induk semang, aku segera beres-beres dan makan siang. Setelah makan siang, aku duduk di teras rumah dengan Bu Engkik dan Pak Iwan ngobrol santai sebelum akhirnya berpisah dan berpamitan. Beliau sangat berterima kasih atas kedatangan kita semua di sana. Beliau bahkan meminta maaf jika makanannya kurang enak dan pas-pasan. Padahal yang aku rasakan, makanannya selalu enak dan lengkap. Beliau mendoakan kita semua agar lancar sekolahnya dan lulus yang benar. Pak Iwan menambahkan, kehidupan di sana harus benar-benar diresapi, agar ketika kita menjadi pemimpin nanti tidak melupakan kehidupan rakyat kecil, sungguh pemikiran yang maju jika dibandingkan kehidupannya sehari-hari, ingatlah kawan J bersyukurlah kawan, mungkin puluhan doa telah dilayangkan kepada kita agar kita lancar sekolahnya dan dan diluluskan semua ujiannya, simpel namun doa itu tak akan bisa ternilai dengan materi J
Sebelum ke tempat kumpul di RT 01, aku melihat sekumpulan bebek sedang berjalan-jalan di pinggir selokan. Aku mengambil sebatang ranting dan mencoba menggiring bebek-bebek tersebut layaknya penggembala bebek yang aku pernah lihat. Ternyata benar, bebek itu mudah diatur dengan cara melambai-lambaikan ranting pohon yang tadi aku ambil. Bebek-bebek tersebut dengan rapi berbaris berjalan menuju ke arah yang aku tunjuk. Jujur saja, pengalaman itu menakjubkan bagi aku, hehe. Kebetulan, aku bermain-main dengan bebek itu di sekitar rumah pemilik bebek-bebek tersebut. Ketika melewati orang yang memiliki bebek-bebek tersebut, beliau mengucapkan “ncep, maaf kalo ada yang kurang selama di desa, terima kasih untuk hiburannya..” “terima kasih Bu, sama-sama, mohon maaf juga selama di sini mungkin kami ada yang kurang berkenan atau salah”, aku menjawab.
Dua hari sudah aku melewati hari-hari di desa Kadaleman. Ada satu hal aneh yang aku alami selama di desa ini, yaitu “dilatasi waktu” sebuah teori yang dilontarkan Einstein dengan sebutan “Teori Relativitas”. Entah kenapa, selama aku tinggal di sana, waktu berjalan dengan sangat lambat. Beberapa kawan yang aku ceritakan tentang hal ini mengaku mengalami hal yang sama. Apakah kamu merasakannya juga?
Ketika aku ceritakan hal ini kepada Pak Iwan, beliau pun menceritakan pengalamannya selama hidup di kota. “Saya juga pernah hidup di kota dik, rasanya sangat tidak enak. Udaranya sangat kotor dan badan ga enak. Ya, waktu berjalan cepat di sana, kesibukannya ga habis-habis sih”, kata Pak Iwan. Lalu Pak Iwan melanjutkan, “Kalo di sini mah beda, biar kita juga kerja setiap hari, tetapi kita juga libur setiap hari. Tidak ada beban pikiran selama hidup di sini, habis kerja, ya ngopi, berteduh dulu lah di pinggir sawah sambil makan siang, makanya waktu di sini sangat dinikmati dan mungkin berjalan lambat seperti yang adik bilang”. Apa yang dikatakan oleh bapak ini sungguh sederhana, tapi saya mengerti dan terus memikirkannya sampai saya tiba kembali di Bandung.
Adalah benar bahwa kita telah melakukan pengabdian masyarakat di sana. Bahwa kita telah mengajari mereka membuat kemasan. Bahwa kita telah mengajari mereka membumbui kecimpring dengan berbagai rasa. Bahwa kita telah membantu memasarkan dan memberi nilai tambah yang ujung-ujungnya adalah kenaikan taraf hidup dan ekonomi masyarakat di sana. Namun tidak dapat dipungkiri juga, bahwa mereka juga telah mengajarkan kita, baik secara langsung maupun tidak langsung, telah mengajarkan apa arti kehidupan, dan bagaimana hidup itu harus selalu disikapi dengan arif dan bijaksana.
Ciparay, 25 Mei 2011
Wednesday, June 01, 2011
Batal Magang di Schlumberger, Jadi Magang di PUSRI, semuanya PUJI TUHAN
Yeah, 2 jam yang lalu saya baru dapat berita dari Monica, kalo saya ga lulus untuk jadi Vacation Trainee (VT) di Schlumberger, yang ga tau schlumberger itu apa silakan liat di sini.
Tapi itu namanya garis hidup. Rencana Tuhan PASTI lebih indah dari rencana saya. Sebenarnya (ini bukan pembenaran loh), pagi ini saya udah ragu dengan keputusan saya untuk ikut tes SLB ini. Waktu SaTe, saya ragu banget, ga bisa ngebayangin gimana-jadinya-kalo-gue-yang-lulus.
pas sebelum doa pagi, ditengah galau2 nya tentang VT, saya ditelpon mama.
Mama: Santi, lagi ngapain?
Aku: baru mau baca Alkitab, Ma
Mama: oh iya bagus.
Aku: knapa ma?
Mama: enggak, nanya aja, pulang lagi ke Bandung kapan nanti, tanggal 7 juli masih di Palembang ga?
Aku: oh masih kok ma, kenapa?
Mama: enggak, soalnya Abby mau dibaptis, biar ada yang ngurus disiniAku: oh iya ma
Bukan karena obrolan barusan yang semakin meragukan ku untuk ke SLB, tapi gara-gara itu aku ingat obrolan2 yang lalu dengan mama, entah kenapa sepertinya mama kesepiaaannnn bgt. Ya maklumlah, di hari-hari tuanya ga ada anak2nya disisinya. Kalo papa sih kayanya ga kesepian, lah kerjaan papa masih di sanasini.
Dibilang sedih ga keterima VT, ya sedih. Dibilang bersyukur, saya juga amat bersyukur. Meski ga keterima di SLB, saya ada kemungkinan besar untuk magang di PUSRI, dengan bantuan papa tentunya. Mungkin momen ini adalahs saat yang tepat yang diberikan Tuhan buat saya untuk bisa kembali ke Palembang sekaligus belajar jadi anak tekim yang baik melalui magang di PUSRI.
Ganbatte ne!
Santi
Sunday, May 15, 2011
Hasil audiensi dengan dosen: Mini-Biografi Bu Melia Laniwati Gunawan
Beberapa waktu yang lalu, saya dan teman-teman di kelas agama Kristen diminta untuk melakukan audiensi (wawancara) dengan dosen yang Kristen di jurusan kami masing-masing. Sampai 2 minggu sebelum deadline, teman-teman saya belum ada satupun yang menghubungi dosen siapapun. Akhirnya, setelah kuliah Kinetika dan Katalisis selesai sore itu, saya langsung menghampiri sang Dosen, ibu Melia, yang biasa dipanggil Bu Mel, untuk meminta sedikit waktu beliau agar bisa diwawancarai. Sebelumnya, saya sudah meminta beliau lewat FB, namun rasanya akan lebih sopan kalau saya langsung mengucapkan :)
Akhirnya ditemukanlah waktu yang cocok, dan kami serombongan (padahal harusnya cuma ber-4, tapi ternyata banyak teman-teman yang nebeng (hahahaha, maaf ya bu :)).
Berikut adalah hasil audiensi saya. Sebenarnya saya tidak harus mempublikasikan disini, tapi entah kenapa menurut saya cerita dari Bu Mel, terutama mengenai hidupnya dari kecil, sangat inspiratif untuk dibagikan.
Akhirnya ditemukanlah waktu yang cocok, dan kami serombongan (padahal harusnya cuma ber-4, tapi ternyata banyak teman-teman yang nebeng (hahahaha, maaf ya bu :)).
Berikut adalah hasil audiensi saya. Sebenarnya saya tidak harus mempublikasikan disini, tapi entah kenapa menurut saya cerita dari Bu Mel, terutama mengenai hidupnya dari kecil, sangat inspiratif untuk dibagikan.
Hasil Audiensi dengan Dosen
Cerita mengapa sampai tugas seperti ini ada
Ternyata Bu Melia adalah salah satu penggagas diadakannya kegiatan audiensi ini, dengan tujuan agar kami dapat berbincang secara personal dengan dosen yang beragama Kristen, dengan harapan dapat saling berbagi. Ide seperti ini muncul karena dulu saat bu Melia kuliah agama, dengan pengajar Ibu Dorothy Max, beliau menceritakan bahwa setiap mahasiswa pasti sudah pernah mengobrol secara personal dengan ibu Dorothy, dan itu sangat menolong mahasiswa secara psikologis. Namun, semakin banyaknya mahsiswa ITB membuat kegiatan ini menjadi tidak dapat ter-handle lagi. Selain itu, Ibu Dorothy Max juga tidak mengajar lagi karena faktor usia. Makanya bu Melia berinisiatif untuk mengadakan lagi kegiatan seperti itu, dengan pembimbing dosen Kristen masing-masing jurusan.
Mengapa PDTK bisa ada
Bu Mel mengatakan bahwa semakin ke atas (semakin naik tingkat), semakin sedikit anak Kristen yang mengikuti persekutuan PMK, entah karena malas atau sibuk. Oleh karena itu, Bu Mel juga berinisiatif untuk mengadakan Persekutuan Doa Teknik Kimia yang dilaksanakan setiap Jumat sore.
Untuk dosen, ada persekutuan juga?
Ternyata untuk dosen-dosen Kristen juga ada persekutuan bersama, yakni biasanya setiap hari Kamis di wisma Sejahtera Dago.
Seperlu apakah kuliah agama?
Kuliah itu bukan untuk mengejar nilai, tapi adalah suatu proses pembelajaran pendewasaan, agar lulusnya nanti benar-benar menjadi sarjana Teknik Kimia yang memiliki etika Kristen. Dulunya dari prodi kuliah agama diberikan di tahun akhir, dengan maksud agar member bekal sebelum lulus mengenai etika dan spiritual.
Kami dihimbau untuk tidak sekedar ikut kuliah agama untuk mendapatkan nilai A, karena kuliah ini untuk membekali kita. Kalau misalnya kita mengambil kuliah agama yang tidak sesuai dengan agama kita, kita mungkin akan gampang dapat nilai A, tapi bekal apa yang kita dapat?
Biografi Singkat Bu Melia
Bu Mel tidak berasal dari keluarga Kristen. Keluarga Beliau menganut aliran Kong Hu Tsu. Waktu beliau kelas 2-4 SD, ada adik ayah Beliau yang tinggal di rumah Beliau. Saat itu ayah beliau dipecat dari tempat kerjanya, dan menghidupi keluarga dengan berjualan kue. Setiap hari membuat kue, termasuk hari sabtu-minggu. Namun, pada hari sabtu-minggu adik ayah beliau (tantenya beliau) tidak dapat membantu karena harus ke Gereja dan beraktivitas di gereja, full 2 hari. Hal ini menjadi batu sandungan, karena melihat ini, ayah beliau menjadi tidak suka dengan Kristen, dan akhirnya melarang semua anak-anaknya (termasuk beliau) untuk menjadi Kristen.
Saat SMP kelas 2, ayah Beliau wafat. Anggota keluarga menjadi semakin dekat satu sama lain. Tapi itu hanya dari keluarga ibu, tidak dari keluarga ayahnya yang mengucilkan mereka. Bu Mel menceritakan ada saudara sepupu ibu beliau yang merupakan guru sekolah minggu di Rehoboth. Darinya, beliau menjadi mengenal sekolah minggu karena setiap sabtu dan minggu tinggal di rumah sepupu ibunya beliau itu dan pergi diantar ke sekolah minggu. Namun ini hanya berlangsung sampai kelas 3 SMP saja. Saat itu adik-adik beliau (beliau anak sulung) juga sudah mulai pergi ke sekolah minggu mengikut teman-temannya.
Lulus SMP, bu Mel SMA di SMA Bina Bakti dengan dibiayai oleh adik Ibu beliau, yang merupakan dosen IKIP. Di SMA Bina Bakti yang merupakan sekolah Kristen terdapat kebaktian setiap sabtu. Beliau jadi mengenal kebaktian semenjak SMA. Beliau yang suka menyanyi juga ikut terlibat aktif dalam pelayanan menjadi singer saat acara kebaktian di SMA beliau.
Karena hobi menyanyi, beliau diajak untuk mengikuti paduan suara di gereja GKIm. Jadi setiap kamis beliau ikut latihan di gereja bersama temannya. Hal ini berlangsung semenjak kelas 2 SMA. Selain jadi padus, kadang-kadang beliau juga jadi narrator.
Mulai SMA, beliau bingung untuk dibaptis. Oleh karena itu, beliau mempengaruhi ibu beliau dulu. Oleh komisi wanita di GKIm, akhirnya Ibu beliau mau mengenal Kristus dan mereka mulai sama-sama ke gereja.
Keluarga kecil beliau yang sudah tidak ada ayah semakin dikucilkan oleh keluarga dari pihak ayah beliau, ditambah lagi dengan berubahnya kepercayaan bu Mel dan keluarga menjadi Kristen, membuat mereka semakin dikucilkan oleh pihak keluarga dari ayah beliau. Oleh karena itu, ibu beliau selalu menekankan untuk selalu belajar yang rajin agar dapat mengangkat martabat keluarga.
Bu Mel yang dulunya hidup berkekurangan bertekad untuk belajar yang rajin sehingga dapat bekerja dan mengangkat harkat keluarga. Masuk ITB membuat keluarga Bu Mel dipandang lagi oleh keluarga dari pihak ayahnya.
Bu Mel juga menceritakan mengenai kondisi keluarganya. Suami Bu Mel juga memiliki latar belakang bukan berasal dari keluarga Kristen. Suami beliau baru mau dibaptis setelah beberapa lama gereja bersama Bu Mel. Suami beliau sekarang bekerja sebagai konsultan di GKIm Mulia dan 2 minggu sekali mengajar di SAPPI Cianjur. Beliau juga menceritakan tentang anak-anak beliau yang keduanya memiliki talenta dalam bermusik. Bu Mel selalu menekankan agar anak-anaknya menjadikan talenta tersebut sebagai suatu bentuk pelayanan di gereja. Tidak hanya anak-anaknya, Bu Mel juga sampai sekarang masih melayani di gereja sebagai singer atau liturgos.
Setiap mengikuti KKR, Bu Mel muda selalu takut dengan panggilan / tantangan untuk menyerahkan dirinya pada kehendak Tuhan. Namun, setelah mendengar firman yang dibawakan oleh Alumni ITB Fi’76, Erwin Sucipto, di Kebaktian Jumat PMK, bu Mel jadi tidak takut lagi jika diberi tantangan / panggilan untuk menyerahkan dirinya pada Tuhan, karena Bu Mel sudah menyadari bahwa menyerahkan diri untuk dipakai Tuhan bukan berarti beliau harus masuk ke sekolah teologia, melainkan Tuhan dapat memakai beliau dimana saja sesuai kehendakNya.
Kesan saya terhadap Bu Melia:
Bu Melia adalah sosok wanita yang tangguh dan pekerja keras. Beliau tidak mudah menyerah pada kondisi yang sulit. Mungkin ini disebabkan oleh latarbelakang beliau yang penuh perjuangan. Bu Mel juga adalah sosok yang cinta Tuhan dan keluarganya.
Friday, December 03, 2010
Semoga semangat ini tetap ada:)
Jadi, ada kabar burung yang sudah lama beredar. "Panitia PPAB 2009 gagal mewujudkan tujuan mereka." Beberapa alasannya: dinilai gagal mengader kader agar berkomitmen kepada UKSU, dinilai gagal melepas tubir antara caUKSU dengan UKSU,dsb. Hal itu, sering dinilai (Panitia PPAB 2009 gagal) dari partisipasi UKSUers 2009 terhadap acara-acara yang dibuat BP. Yang sakitnya (ini agak ironis), -katanya- pas acara senang-senang (yaitu Home Tournament) cukup sedikit partisipasi UKSUers 2009 dalam acara itu (bahkan untuk menontonnya juga). Intinya banyak yang menyayangkan partisipasi massa (khususnya UKSUers 2009) yang Happy Hura-hura (Triple-H) itu, padahal (beberapa massa menilai) HT itu adalah saat di mana seorang Anggota baru merasakan api semangat berorganisasi. Nah, jadi ada solusi dariku agar massa kita BUSTEDKAN kawan-kawan 2009!! (membilangkan mereka sok perfeksionis, negative thinking dan blablablanya)
Caranya: Kita sukseskan PPAB 2010! Yuk mari berkontribusi, berpartisipasi, dan aktif dalam kepanitiaan PPAB nanti. BETULKAH ITU Jecky Siregar ? <-- Tanda tanya besar samamu Jek. Salam Metal juga buatmu Jek! --> \m/,
Caranya: Kita sukseskan PPAB 2010! Yuk mari berkontribusi, berpartisipasi, dan aktif dalam kepanitiaan PPAB nanti. BETULKAH ITU Jecky Siregar ? <-- Tanda tanya besar samamu Jek. Salam Metal juga buatmu Jek! --> \m/,
Subscribe to:
Posts (Atom)