Showing posts with label poems. Show all posts
Showing posts with label poems. Show all posts

Wednesday, January 30, 2013

Doa untuk Puteraku (semoga bisa dibacain suamiku ke anakku hehe)


Satu puisi Jendral Douglas Mac Arthur ini akan mengingatkan kita, bahwa memang hidup yang penuh tantangan, godaan, kesulitanlah yang akan membentuk diri kita yang sejati.

Doa untuk Puteraku ...
Tuhanku bentuklah puteraku menjadi
Seorang yang cukup kuat untuk menyadari kelemahan dirinya
Berani menghadapi manakala ia takut
Yang memiliki rasa bangga dan keteguhan dalam kekalahan yang tulus
 
Oh, Tuhan jadikanlah puteraku
Seorang yang tahu akan adanya Engkau
Dan mengenal dirinya sendiri sebagai dasar segala pengetahuan
 
Ya, Tuhan bimbinglah ia
Bukan di jalan yang mudah dan lemah
Tetapi di jalan yang penuh tempaan, tantangan dan kesulitan
Ajarilah ia
Agar puteraku sanggup berdiri teguh di tengah badai
Dan berbelah kasih kepada mereka yang jatuh
 
Ya, Tuhan jadikanlah puteraku
Seorang yang berhati suci dan bercita-cita luhur
Sanggup memerintah dirinya sebelum memimpin orang lain
Mengejar masa depan tanpa melupakan masa lalu
 
Sesudah semuanya membentuk dirinya
Aku mohon Ya, Tuhan
Rahmatilah ia dengan rasa humor
Agar ia dapat bersungguh-sungguh tanpa menganggap dirinya terlalu serius
Berikanlah kepadanya kerendahan hati, kesederhanaan dan kesabaran
 
Ini semua Ya, Tuhan
Anugrah dari kekuatan dan keagungan-Mu
Setelah semuanya tercapai Ya, Tuhan
Berani lah aku berkata :
“TAK SIA-SIA AKU HIDUP SEBAGAI AYAHNYA “

Wednesday, June 01, 2011

A Poem From My Patriot :)

I just wanna crystallize this, so whenever I miss the original paper, I still keep what contains in it.

Berawal dari sebuah kaderisasi
di tempat sepasang kaki terhenti
di malam yang dingin dipenuhi bintang-bintang
yang seolah jadi saksi pertemuan dua hati

Pertama kali kulihat sekelilingku, semua terlihat biasa
sampai akhirnya kutemukan sepasang bola mata
yang begitu indah, memancarkan sinarnya
yang mengajarkanku sebuah kata....cinta

Saat hatiku semakin berbunga
kita terpisahkan oleh selat Sunda
aku tak tahu harus berbuat apa
sehingga kumanfaatkan piala dunia
dan momen-momen itni takkan ku lupa, untuk mempererat hubungan kita

Hari demi hari semakin sering kami lalui bersama
hingga jalinan kasih itu pun tercipta
namun semua tidak semudah bayanganku
banyak masalah yang datang dan berlalu

dan dirimu selalu menguatkanku
itulah yang membuatku semakin sayang padamu

Kini, setiap hari, dari ku buka mataku
sampai ku tutup mataku
hanya satu yang ku ingat....
Bidadariku....hanya dirimu selalu.

Pasir--Apel--Cinta

Cintaku padamu mungkin tak seperti apel
yang besar, manis, harum, dan merah memikat
Cintaku padamu layaknya pasir
yang kecil, pucat, dan diinjak-injak, begitu sederhana
Tapi jika kau masih bisa menghitung jumlah semua apel yang ada di bumi
Kau tidak akan mampu menghitung seberapa banyak jumlah pasir di lautan
Karena memang sebesar itu cintaku padamu


Bandung, 30 Mei 2011
Santi