Monday, April 26, 2010

Indonesian Youth Conference

halo halo...kamu tau indonesian youth conference? IYC adalah suatu acara forum diskusi buat seluruh perwakilan anak muda dari berbagai provinsi di Indonesia, ttg nasionalisme, lingkungan, dan kesadaran akan pembangunan Indonesia gitu deh. Tanggal 11 april yg lalu IYC mengumumkan peserta yg diberi kesempatan untuk mnegikuti konferensi di jakarta, dan puji Tuhan, saya diizinkan menjadi wakil dari Sumatera Selatan.

Lihat link-nya ya! siapa tahu ada nama kamu disana! hehehehe


http://indonesianyouthconference.org/news/124-pengumuman-peserta-forum-iyc-2010/

Riwayat Hidup

Haiii...sekarang saya dan anak2 TPB ITB diberi tugas untuk ngebuat karya tulis. nah, sbg langkah awal, kami dmnta untuk membuat riwayat hidup. ya udh deh, skalian saya post aja disini, syapa tau ada yang mau tau riwayat hidup saya *sokgeer*. hahahahaa.

RIWAYAT HIDUP

Santi, begitu gadis bernama lengkap Rinna Santi Sijabat ini dipanggil oleh orang-orang di sekitarnya. Ia lahir di Palembang, tanggal 10 Juni 1991. Meski lahir dan besar di Palembang, Santi tetap tidak pernah menyembunyikan identitas aslinya sebagai seorang batak. Semenjak TK sampai dengan SMP, Santi menjalani kehidupannya di kota Palembang orang tua dan kedua kakaknya. Di sana, gadis yang gemar membaca, menulis, menyanyi, dan fotografi ini tidak pernah absen menjadi juara kelas dan acap kali memenangkan berbagai lomba, baik lomba berkategori akademik maupun non-akademik. Terbukti, Ia selalu menjadi peringkat pertama di kelasnya sejak SD sampai SMP dan akan kita temukan di rumahnya, sebuah lemari kaca di sudut ruang tamu yang menjadi tempat bertengger piala-piala yang Ia dapatkan.
Lepas dari SMP, gadis yang selalu ingin tahu ini menyanggupi tantangan ayahnya untuk bersekolah di Pulau Jawa. Dengan tanpa beban, Ia mendaftar di SMA Taruna Nusantara di Magelang. Ia pun diterima di sana, dan Santi, si bungsu yang selalu diantar kesana-kemari, kini mau tidak mau harus belajar mandiri dan menata hatinya untuk tetap kuat meski jauh dari orang-orang tersayang.
Sikap pantang menyerahnya membuktikan hasil. Seperti di Palembang, di Jawa Tengah pun Santi mendulang prestasi. Dimulai sejak diterimanya Ia di Tim Debat Bahasa Inggris, Tim Bahasa Indonesia, Tim Paduan Suara dan Tim Olimpiade Geologi di sekolahnya –yang harus dilalui dengan seleksi ketat-- Santi berhasil menjuarai berbagai lomba. Sebut saja juara 1 lomba debat bahasa Inggris se-Jawa Tengah dan DIY ,juara 1 lomba debat bahasa Indonesia, juara 2 lomba paduan suara, juara 1 lomba pidato, juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah, peserta OSN Geologi tingkat Provinsi, hingga perwakilan Jawa Tengah dalam Indonesian Youth Leadership Academy (yang diadakan oleh PBB-UNDP) berhasil diraihnya. Tidak hanya prestasi di luar sekolah, gadis yang perfeksionis ini juga menjadi anggota Perwakilan Kelas, selalu berada di peringkat 4 besar di kelasnya (dengan beberapa kali menjadi juara kelas), dan terlibat aktif dalam berbagai kepanitiaan.
Lulus dari SMA Taruna Nusantara, gadis yang bercita-cita menjadi menteri pendidikan ini, atas (lagi-lagi) tantangan dari sang ayah, memilih ITB sebagai tempatnya menimba ilmu. Saat ini Santi berada di Fakultas Teknologi Industri. Dibalik segala upayanya untuk memahami pelajaran yang jauh lebih kompleks daripada di SMA, ia memendam harapan agar semua hasil pembelajarannya tidak sia-sia dan dapat mewujudkan keinginan masa kecilnya, yaitu membuat Indonesia berani untuk tidak melanjutkan lagi kontrak Indonesia dengan PT. Freeport, yang menurutnya hanya akan merugikan Indonesia terus-menerus.

Friday, January 29, 2010

ReTreat PMK 2010 journey-- The Departure

Hari ini aku mulai retreat. Acaranya bakal berlangsung 3 hari 2 mlm di Ciwidey, wisma aloysius. Kami, try, cathy, herdit dan aku sudah memiliki berbagai rencana, hingga berbagi tugas siapa membawa yang mana.
Aku datang saat limit menuju keberangkatan. Itu disebabkan karena kosanku yang jauuuhh banget dr itb (pasteur gt loohh)...untungnya aku sudah didaftarkan oleh mereka.sedetik setelah menyadari aku ada di bis mana, aku baru paham kalo kami dishuffle!! Waduuhh, panik..panik..secara aku ga bawa sabun mandiii...:(

Udah deh, rencana gagal. Untung aku ga jadi beliin cemilan bwt bareng2, kalo jadi, syapa yang bakal makaaan?
Hmm...mskipun di bis 4, tempatku, tidak ada mereka, ternyata tetap menyenangkan kok. Ada beberapa anak yg blm aku kenal skrg jadi kenal..abang2 dan kakak2nya juga lucu2..spepanjang perjalanan jadi ga kerasa bosan.

Setelah 1.5 jam perjalanan, tiba2 bis berhenti mendadak. Ternyata mesinnya rusak, sepertinya ada yang terbakar, karena begitu kap mesinnya dibuka, bau asapnya begitu menyengat...aku sampai sesak..bukan hanya bis kami yg bermasalah, bis lain juga ada yg bahan bakarnya habis :(

Setelah melalui jalan sempit, licin (krn sedang hujan deras), terjal dan berkelok kelok, akhirnya kami sampai di wisma aloysius...langsung saja kami dibawa menuju ruang makan untuk mengejar waktu karena teman2 yg sudah lebih dulu tiba sudah memulai makannya.

Thursday, January 28, 2010

Demam Blackberry

Akhirnya saya menyerah juga. Setelah hp hilang di kostan karena digondol maling, saya menguras tabungan saya untuk beli BB gemini...saya yang tadinya antipati sama BB mau ga mau menyerah juga, stelah menyadari kalau manusia skrg udh pada baagi2 info lwt internet. Saya pake BB dg kartu xl, dg pertimbangan katanyaaa sih murah. Tapi ya yang namanya BB tetep aja mahal sih ya. Hahaa.
Well pake bb tnyata ribet euy, kaya punya laptop mini yang masih perlu install ini itu. Ga kayak hp, yang begitu simcard dimasukkin langsung bisa syalala. Yaah berda rupa beda perlakuan lah.

Mulai hari ini saya mesti berhemat banget2 nih. Abis kemmalingan laptop, seharga 10 juta, hp 2 juta.. Totalin ajah. Saya niatannya mau ganti itu laptop ke kakak, saya ngerasa bersalah banget2 euy. Tapi dpt 10 juta kapan nyampenya ya?? Berharap..

Skrg sy lagi usaha cari duit lewat lomba, ngejer beasiswa dan lain2. Moga2 bisa tercover yaa..semoga..

Dan saya berharap juga BB ini bisa jadi sarana saya untuk nyari tambahan duit...amiiinn

Sunday, November 29, 2009

Biasanya anak-anak yang jauh dari orang tuanya merasa kangen sekali dengan Ibunya.

Lalu bagaimana dengan Ayah?

Mungkin Ibu lebih sering menanyakan keadaan anaknya setiap hari.
Tapi taukah kamu jika Ayahmu yang mengingatkannya untuk menelfonmu?

Mungkin Ibu yang lebih sering mengajakmu bercerita,
Tapi taukah kamu sepulangnya ia bekerja, dengan wajah lelah, ia selalu menanyakan kabarmu dari Ibumu?


Waktu kecil…

Ayah mengajari putri kecilnya bermain sepeda.
Setelah dia mengganggap kamu bisa, ia melepaskan roda bantu di sepedamu.
Saat itu Ibu menutup mata karena takut anaknya terjatuh lalu terluka.
Tapi Ayah dengan yakin menatapmu mengayuh sepeda dengan pelan karena dia tahu putri kecilnya pasti bisa.

Saat kamu menangis meronta meminta boneka yg baru,
Ibu menatapmu iba,
tetapi Ayah mengatakan dengan tegas, “Kita beli nanti, tapi tidak sekarang.”
Karena ia tidak ingin kamu menjadi manja dengan semua tuntutan yang selalu dipenuhi.


Ketika kamu remaja…

Kamu mulai menuntut untuk keluar malam.
Lalu Ayah mulai bersikap lebih tegas ketika mengatakan “Tidak”.
Itu untuk menjagamu karena kamu adalah sesuatu yang berharga.
Lalu kamu masuk ke kamar membanting pintu.
Tapi yang datang mengetok pintu dan membujukmu adalah Ibu.
Tahukah kamu saat itu dia memejamkan matanya dan menahan diri,
karena dia sangat ingin mengikuti keinginanmu.
Tapi lagi-lagi… dia harus menjagamu.

Saat seorang cowok mulai sering datang mencarimu,
Ayah akan memasang wajah paling cool sedunia.
Dan sesekali menguping atau mengintip saat kmu sedang brdua di ruang tamu.
Tahukah kamu, dia merasa cemburu?

Dan saat dia melonggarkan sedikit peraturan, kamu melanggar jam malamnya.
Ia duduk di ruang tamu, menunggumu pulang dengan sangat, sangat khawatir.
Wajah khawatir itu mengeras ketika melihat putri kecilnya pulang terlalu larut.
Dia marah.
Karena hal yang ditakutinya akhirnya datang…
“Putri kecilnya sudah tidak ada lagi”

Saat Ayah sedikit memaksamu untuk menjadi seorang dokter,
Ketahuilah bahwa ia hanya memikirkan masa depanmu nanti.
Tapi toh dia tetap tersenyum saat pilihanmu adalah menjadi seorang penulis.

Sampai saat Ayah harus melepasmu di bandara.
Bahkan badannya terlalu kaku untuk memelukmu.
Ia hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini-itu.
Dia ingin menangis seperti Ibu yang menangis dan memelukmu erat.
Tapi dia hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya dan menepuk pundakmu,
berkata, “Jaga diri baik-baik”,
Agar kamu kuat untuk pergi.

Saat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu,
orang pertama yang mengerutkan kening adalah Ayah.
Berusaha mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru,
dan ia tau ia tidak bisa memberikan.
Dia sangat ingin mengatakan, “Iya, Nak, Nanti kita beli”
dan saat kata-kata yg keluar adalah “Tidak bisa” dari bibirnya.
Tahukah kamu,ia merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Ayah terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak,
berkata, “Sudah dibilang jangan minum air dingin!”.
Berbeda dgn Ibu yg memperhatikanmu dengan lembut.
Ketahuilah saat itu ia benar-benar khawatir dengan keadaanmu.

Dan di saatnya nanti kamu wisuda sebagai seorang sarjana,
Ayah adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu.
Dia yang tersenyum bangga dan puas melihat “Putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa dan telah menjadi seseorang.”

Sampai saat seorang teman hidupmu datang dan meminta izin mengambilmu darinya.
Ayah akan sangat berhati-hati memberikan izin.
Karena ia tahu laki-laki itu yang nanti akan menggantikannya.

Dan saat Ayah melihatmu duduk di panggung pernikahan bersama seseorang yang dianggapnya pantas menggantikannya.
Ayah pergi ke belakang panggung dan menangis…
“Tugasku telah selesai dengan baik. Putri kecilku yang lucu telah menjadi wanita yang cantik.”

Ayah hanya bisa menunggu kedatanganmu dan cucu-cucunya sesekali untuk menjenguknya.
Dengan rambut yang telah memutih dan badan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya.


Ayah adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis.
Harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu.
Ayah juga orang pertama yang selalu yakin bahwa “kamu bisa” dalam hal apapun.


Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai.
Kamu adalah salah satu orang yang beruntung.
Karena Ayah adalah sosok superhero yang hebat!

nb: di copas dari teman saya..thx for rianda.